Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hardiknas 2026

Kabar Gembira, Dinas Pendidikan Pinrang Percepat Sertifikasi dan Benahi Tunjangan Guru

Kadis Pendidikan Pinrang, Andi Matjtja Moenta, menekankan pentingnya aspek harmonisasi.

Tayang:
Penulis: Moh Faizal Lupphy S | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Moh Faizal Lupphy S
HARDIKNAS 2026 - Kepala Dinas Pendidikan Pinrang, Andi Matjtja Moenta saat momen Hari Pendidikan Nasional di halaman Kantor Bupati Pinrang, Senin (4/5/2026). Disdik mempercepat sertifikasi dan benahi tunjangan guru. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang tengah melakukan pembenahan serius.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran tunjangan seluruh tenaga pendidik.

Kadis Pendidikan Pinrang, Andi Matjtja Moenta, menekankan pentingnya aspek harmonisasi.

Guru diminta menjaga hubungan baik dengan orang tua serta siswa.

"Kami menekankan agar guru tetap menjalin silaturahmi dan harmonisasi," kata Andi Matjtja kepada Tribun-Timur.com usai upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kantor Bupati Pinrang, Senin (4/5/2026).

Terkait gaji insentif, pihak dinas sedang melakukan pengkajian lebih lanjut.

Andi Matja menyebut ada beberapa tahap pembicaraan bersama tim Dikbud.

"Untuk gaji insentif ini sementara kita kaji beberapa step," ujarnya.

Persoalan administrasi dana BOS juga menjadi perhatian bersama pihak inspektur.

Pembenahan administrasi dilakukan demi kelancaran pertanggungjawaban sekolah ke depannya nanti.

Targetnya, seluruh kekurangan tunjangan guru akan tuntas pada tahun 2026.

"Kami akan membenahi apa yang kurang untuk tahun 2026," tegasnya.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Pinrang, Hasrijal, mendorong percepatan sertifikasi.

Sertifikasi ini menjadi syarat utama guru menerima tunjangan profesi mereka.

Ia mengungkapkan, saat ini sertifikasi guru Pinrang mencapai 90 persen.

"Sertifikasi di Kabupaten Pinrang sudah di atas 90 persen," ungkapnya.

Namun, kendala kecukupan jam mengajar masih sering ditemui di lapangan.

Dinas tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dalam menentukan prioritas penerima tunjangan.

"Pendekatannya tetap humanistik dalam perhitungan kecukupan jam guru," pungkasnya.

Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy S.

 
 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved