Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polisi Gagal Gerebek Judi Sabung Ayam di Pinrang, Warga Curiga Dibekingi Oknum Aparat

Kapolsek Suppa Iptu Ahmad mengutarakan, pihaknya telah bergerak ke lokasi Senin pagi tadi untuk penggerebekan.

Tayang:
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
SABUNG AYAM - Tangkapan layar video viral sejumlah pria terlihat berkumpul menyaksikan sabung ayam di Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Minggu (5/4/2026). Video kegiatan sabung ayam di Desa Polewali itu pun sempat viral di media sosial (medsos). (Warga Desa Polewali) 

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Warga Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) diresahkan aktivitas judi sabung ayam.

Aktivitas itu diduga dibekingi oknum aparat sehingga terus berjalan tanpa tersentuh hukum.

Video kegiatan sabung ayam di Desa Polewali itu pun sempat viral di media sosial (medsos).

Dalam video beredar, aktivitas judi di area persawahan Desa Polewali, puluhan pria tampak berkerumun menyaksikan pertarungan ayam dengan leluasa.

Jarak antara Desa Polewali, Kecamatan Suppa ke pusat Kota Pinrang kurang lebih 20 kilometer (Km).

"Sering sekali ada, itu video yang beredar sudah betul," kata salah seorang warga desa yang tak ingin disebut namanya kepada Tribun-timur.com, Senin (6/4/2026).

Warga menduga aktivitas perjudian itu terkoordinasi dengan pihak aparat.

Sehingga pelaku leluasa membuka arena sabung ayam.

"Banyak menduga dibekingi, karena sering masuk laporan tapi tetap ada," ungkapnya.

Kapolsek Suppa Iptu Ahmad mengutarakan, pihaknya telah bergerak ke lokasi Senin pagi tadi untuk penggerebekan.

Namun, petugas tidak menemukan aktivitas di tempat kejadian.

"Kami hanya mendapati bekas-bekas aktivitas sabung ayam, seperti potongan kaki ayam. Para pelaku diduga sudah membubarkan diri sebelum petugas tiba," ucapnya.

Ahmad membantah adanya keterlibatan personel Polsek Suppa dalam mengamankan praktik ilegal ini.

Menurutnya, kendala utama di lapangan adalah pola permainan pelaku yang bersifat sembunyi-sembunyi dan berlangsung dalam durasi singkat sehingga sulit dideteksi secara real-time.

"Tidak ada aparat yang membekingi. Kami juga melakukan pendekatan preventif kepada tokoh masyarakat setempat untuk memperkuat lingkungan sadar hukum dan meminta warga segera melapor jika melihat aktivitas serupa," ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved