Harga Aspal Naik
Harga Aspal Meroket, PUPR Parepare Hitung Ulang Teknis Pengaspalan Jalan
Dinas PUPR Kota Parepare kini tengah penyesuaian pada sejumlah item pengerjaan minor.
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Ansar
Sejumlah pabrik produsen aspal di negara eksportir utama Indonesia menghentikan produksi.
Kondisi ini dipicu konflik di kawasan Selat Hormuz yang berdampak pada rantai pasok global.
“Pabrik aspal Singapura dan Thailand itu stop produksi,” jelasnya.
Alternatif impor dari negara lain seperti China sempat dipertimbangkan.
Namun opsi tersebut terkendala biaya distribusi yang tinggi.
Situasi ini membuat harga aspal terus bergerak naik tanpa kepastian.
Di sisi lain, kontraktor mulai merasakan dampaknya secara langsung.
Kenaikan harga dan kelangkaan pasokan memicu tekanan serius bagi pelaksanaan proyek.
Salah satu yang terdampak adalah perusahaan jasa konstruksi di Sulsel, PT Passokorang.
Direktur Teknik PT Passokorang, Hamsijar Ilham, menjelaskan kondisi ini dipicu oleh kenaikan harga BBM serta ketidakpastian global.
Aspal sebagai turunan minyak bumi, sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi.
“Jangankan aspal yang memang dari minyak bumi, barang-barang lain saja sudah bergejolak semua,” ujar Hamsijar, Rabu (6/5/2026).(*)
| Dinas PUPRP Wajo Hitung Ulang Anggaran Pengaspalan, Panjang Proyek Dikurangi |
|
|---|
| Harga Aspal Naik Tajam, DPRD Sulsel Khawatir 6 Proyek Multi Years Molor |
|
|---|
| Harga Aspal Naik 40 Persen, Target Pengaspalan Jalan di Luwu Bakal Dipangkas |
|
|---|
| Aspal Lebih Nyaman, Beton Tahan Lama |
|
|---|
| Harga Material Konstruksi Melonjak, Kontraktor Dilema Lanjut atau Hentikan Proyek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ASPAL-MAHAL-Suasana-petugas-PUPR-Parepare-saat.jpg)