Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Aspal Naik

Harga Aspal Meroket, PUPR Parepare Hitung Ulang Teknis Pengaspalan Jalan

Dinas PUPR Kota Parepare kini tengah penyesuaian pada sejumlah item pengerjaan minor.

Tayang:
Penulis: Rachmat Ariadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
ASPAL MAHAL - Suasana petugas PUPR Parepare saat menambal jalan berlubang di Kota Parepare, beberapa waktu lalu. Harga aspal melonjak membuat PUPR Parepare melakukan penyesuaian teknis proyek jalan DAK. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Melambungnya harga aspal di pasaran mulai berdampak pada skema pembangunan infrastruktur jalan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dinas PUPR Kota Parepare kini tengah penyesuaian pada sejumlah item pengerjaan minor.

Ini dilakukan untuk menyiasati kenaikan harga aspal.

Analis Tim Teknis Bina Marga Dinas PUPR Kota Parepare, Muh Rizal Bakri mengatakan, kenaikan harga aspal saat ini tergolong signifikan dibandingkan tren tahun-tahun sebelumnya.

Kata dia, harga aspal curah telah menyentuh angka Rp 18.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya sebesar Rp 16.000 per kilogram sejal bulan April kemarin.

"Kenaikan ini cukup signifikan. Biasanya kenaikan hanya di kisaran Rp 500, namun kali ini langsung melonjak Rp 2.000 per kilogram. Ini terjadi hampir di seluruh jenis aspal, termasuk jenis aspal multi," katanya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (7/5/2026).

Kenaikan harga ini memberikan tantangan tersendiri bagi tim perencana.

Pasalnya, perencanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) telah disusun satu tahun sebelumnya dengan estimasi harga lama.

Meski demikian, Rizal memastikan bahwa proses lelang yang tengah berjalan saat ini sudah menggunakan kalkulasi harga terbaru.

"Kami ada pengalaman, berhubung perencanaan DAK itu satu tahun sebelumnya, kami penyesuaian harga untuk proses lelangnya kemarin. Untuk perencanaan tahap ini, sementara masih berjalan kebetulan dapat harga baru. Jadi untuk perencanaan kita gunakan harga terbaru," ungkapnya.

Rizal mengutarakan, terkait pengerjaan fisik, pihak PUPR menghadapi dilema administratif karena target panjang jalan telah disetujui oleh kementerian terkait.

Seperti terdapat target pengerjaan jalan sepanjang 1,9 kilometer.

Untuk menyiasati agar panjang jalan tidak berkurang sesuai instruksi pusat, tim teknis melakukan efisiensi pada bangunan pelengkap atau item pengerjaan minor.

"Kementerian tidak menginginkan adanya pengurangan volume (panjang jalan). Oleh karena itu, kami menyesuaikan beberapa item pengerjaan minor, seperti bahu jalan dan talud penahan tanah. Bagian-bagian itu yang kami sesuaikan agar target utama tetap tercapai," jelasnya.

Saat ini, sejumlah proyek jalan di Parepare, termasuk ruas jalan Ambo Matti, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, sedang dalam proses lelang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved