Tabrak Truk Parkir di Soreang, Mahasiswa Google Student Ambassador Unhas Meninggal di RS Wahidin
Andi Bilal tercatat sebagai Google Student Ambassador 2026, wafat setelah kecelakaan fatal bersama adiknya di tikungan Soreang, Pangkep.
Ringkasan Berita:
- Andi Ahmad Bilal Abbas (21), mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Unhas, meninggal dunia di ICU RSUP Wahidin Sudiro Husodo, Makassar, Jumat (24/4/2026).
- Ia wafat setelah mengalami kecelakaan fatal bersama adiknya di tikungan Soreang, Pangkep, pada 18 April 2026.
- Almarhum dikenal sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026 di tingkat kampus Unhas, setelah lolos seleksi ketat pada awal April 2026.
MAKASSSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Innalillahi wa innailahi rajiun.
Andi Ahmad Bilal Abbas (21), mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin (Unhas), dilaporkan meninggal dunia di ICU RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Jumat (24/4/2026) petang.
Andi Bilal tercatat sebagai Google Student Ambassador 2026, wafat setelah kecelakaan fatal bersama adiknya di tikungan Soreang, Pangkep, Km 38 Jalan Poros Makassar - Parepare, Sabtu (18/4/2026) malam lalu.
Awal April 2026 lalu, Andi Bilal lolos seleksi ketat GSA 2026 level kampus di Unhas.
Almarhum masih sempat memposting inaugurasi kelulusannya di akun mikroblognya, 4 April atau 2 pekan sebelum insiden.
Baca juga: Berangkat ke Makassar Urus Stunting, Kadis DP3AP2KB Sinjai Janwar Rauf Kecelakaan di Bone
Google Student Ambassador (GSA) 2026 adalah program duta resmi Google di tingkat universitas.
Tahun 2026 melibatkan 2.000 mahasiswa terpilih se-Indonesia untuk meningkatkan literasi digital dan memanfaatkan teknologi AI (seperti Gemini).
Mereka berperan sebagai penghubung Google dengan komunitas kampus melalui kegiatan edukatif seperti workshop.
Putra Kadis
Putra sulung Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Pertarkimtan) Pangkep Djajang Andi Abbas (51), meninggal setelah dirawat selama lima hari di ICU rumah sakit regional ini, sejak Minggu (19/4/2026) lalu.
"Sabtu malam, almarhum sempat dirawat di RS (Batara Siang) Pangkep, sebelum dirujuk ke (RS) Wahidin," kata Heriyanti Tualle, kerabat almarhum kepada Tribun.
Hingga malam ini, adik kandung almarhum masih menjalani perawatan di ICU RSUP Wahidin, menyusul fraktur di kedua kaki.
Jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka di Pangkejene, Pangkep sebelum dimakamkan di komplek pemakaman keluarga.
Insiden kecalakaan ini sudah dalam penyidikan Polantas Polres Pangkep, sejak pekan lalu.
Andi Astim, saksi insiden kecalakaan menyebut kejadiannya lepas Isya, saat kakak beradik itu boncengan dari Makassar ke Pangkep.
| MK Stadion Untia Makassar Pakai Konsultan Proyek Stadion GBK Jakarta |
|
|---|
| Tindak Lanjut Kerja Sama Beijing, Nurdin Halid-Rektor Unhas Susun PKS Pengembangan Padi Unggul |
|
|---|
| Jumat Bersih Karuwisi Utara, Warga dan RT/RW Gotong Royong di Jalan Barawaja |
|
|---|
| Hasrullah: Kekalahan Golkar Sulsel di Pemilu 2024 Tak Lepas dari 'Dosa Politik' Pimpinan Partai |
|
|---|
| Kemarin IAS Eks Wali Kota Makassar Undang Ketua DPD II Golkar Sulsel, Hari ini Minta Maaf |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-24-Andi-Ahmad-Bilal-Abbas-21-mahasiswa-Ilmu-dan-Teknologi-Pangan-5.jpg)