Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kenalkan Arham Rusli dan Sitti Nurmiah 2 Profesor Baru Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Dalam pengukuhan tersebut, Prof Arham Rusli tercatat sebagai profesor ke 7 di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
PENGUKUHAN GURU BESAR - Prof Arham Rusli (ujung kanan) dan Prof Sitti Nurmiah (jilbab) usai pengukuhan di Hotel Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sabtu (18/4/2026). Politani Pangkep tambah dua profesor baru. 

Ringkasan Berita:
  • Politeknik Pertanian Negeri Pangkep punya dua profesor baru
  • Pertama Prof Arham Rusli dalam bidang Ilmu Pengolahan Hasil Perikanan
  • Kedua Prof Sitti Nurmiah dalam bidang Ilmu Pengembangan dan Optimasi Produk Pangan Inovatif

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Politeknik Pertanian Negeri Pangkep kembali menambah jajaran akademisi bergelar profesor.

Dua guru besar itu dikukuhkan dalam bidang keilmuan yang berbeda.

Mereka adalah Prof Arham Rusli dalam bidang Ilmu Pengolahan Hasil Perikanan dan Prof Sitti Nurmiah dalam bidang Ilmu Pengembangan dan Optimasi Produk Pangan Inovatif.

Dalam pengukuhan tersebut, Prof Arham Rusli tercatat sebagai profesor ke 7 di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Sementara itu, Prof Sitti Nurmiah menjadi guru besar ke 8 di institusi tersebut.

Pengukuhannya berlangsung di Hotel Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sabtu (18/4/2026).

Prof Arhan mengkat orasi ilmiah Rumput Laut Sebagai Pelindung Pangan : Inovasi Kemasan Aktif Untuk Industri Perikanan Berkelanjutan

Ia mengatakan, inovasinya merupakan hasil penelitian mendalam yang dilakukan oleh timnya secara konsisten sejak tahun 2015.

Penelitian yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade itu, kata dia, berfokus pada pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku sekaligus agen antimikroba dalam pembuatan edible film. 

"Tema orasi ini disampaikan sebagai bentuk pemikiran dalam bidang pengolahan hasil perikanan, khususnya pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku dan agen antimikroba pada pembuatan edible film untuk mendukung ketahanan dan keamanan pangan," katanya.

Menurut pria kelahiran Kota Palopo itu, terdapat keterkaitan kompleks antara tiga persoalan besar di sektor pangan saat ini. 

Krisis keamanan pangan, krisis lingkungan akibat timbulan sampah plastik serta menurunnya tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk pangan yang aman dan sehat merupakan isu yang saling berhubungan satu sama lain.

​"Krisis keamanan pangan muncul dari maraknya kontaminasi pada bahan pangan, terutama adanya kontaminasi dari plastik dan mikroplastik yang masuk ke rantai pangan melalui lingkungan dan kemasan," ungkapnya.

Ia memperingatkan jika krisis lingkungan yang dipicu oleh sampah plastik kini menjadi ancaman serius bagi sistem pangan global. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved