Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Semen Tonasa Raih Penghargaan Proper Hijau ke-9

Semen Tonasa raih Proper Hijau ke-9 berkat inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Kiki Content Writer
Humas PT Semen Tonasa
SEMEN TONASA - Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis menerima penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Hijau untuk ke-9 kalinya.Ia didampingi oleh Jasmiati dalam seremoni yang digelar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP -  PT Semen Tonasa meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Hijau untuk ke-9 kalinya.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis.

Ia didampingi oleh Jasmiati dalam seremoni yang digelar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Capaian ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan kinerja operasional dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial secara berkelanjutan.

Dalam aspek inovasi lingkungan, PT Semen Tonasa menghadirkan eco-inovasi melalui pemanfaatan limbah sekam padi.

Limbah tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen.

Inovasi ini terbukti mampu menekan penggunaan batu bara dalam proses produksi.

Selain itu, langkah tersebut juga berkontribusi pada penurunan emisi Global Warming Potential (GWP) dari proses pembakaran kiln.

Tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, perusahaan juga mengembangkan inovasi sosial berbasis pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut dijalankan di Desa Bulu Cindea dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan mencakup pengembangan budidaya rumput laut serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Selain itu, perusahaan juga menghadirkan teknologi tepat guna berupa mesin rotary dryer.

Teknologi ini dimanfaatkan untuk mendukung proses pengeringan hasil pertanian masyarakat setempat.

Program tersebut dirancang secara inklusif dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Mulai dari penyandang disabilitas, ibu rumah tangga, remaja pengangguran, hingga petani bandeng.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved