Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tak Dapat Perhatian Pemkot Palopo, Warga Sendana Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak

Jembatan tersebut pertama kali dibangun pada 2009 menggunakan dana dan tenaga swadaya masyarakat.

Tayang:
Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Andi Bunayya Nandini
JEMBATAN RUSAK - Warga Kelurahan Sendana, Kecamatan Sendana, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, bergotong royong memperbaiki jembatan kayu di daerahnya, Minggu (29/3/2026). Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, khususnya para petani. 

Ringkasan Berita:
  • Sejak 2025 hingga 2026, warga telah berulang kali mengusulkan pembangunan jembatan permanen melalui anggaran daerah (APBD) Pemkot Parepare.
  • Jembatan yang menjadi akses utama pertama di Sendana Palopo ini pertama kali dibangun pada 2009 menggunakan dana dan tenaga swadaya masyarakat.

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Warga Kelurahan Sendana, Kecamatan Sendana, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, bergotong royong memperbaiki jembatan kayu yang menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat, khususnya para petani.

Kelurahan Sendana merupakan 1 dari 4 kelurahan/desa yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Sendana, Kota Palopo.

Jembatan tersebut menghubungkan sejumlah wilayah permukiman, seperti Lewadang, Sampoddo, hingga Songka. 

Selain menjadi jalur utama mobilitas warga, jembatan ini juga digunakan untuk mengangkut hasil pertanian.

Data dari BPS, jarak Kelurahan Sendana ke Ibukota Palopo hanya sekitar 7 Km.

Berdasarkan pantauan di lokasi, warga secara swadaya memperbaiki bagian jembatan yang mulai lapuk dengan mengganti papan kayu serta memperkuat struktur penyangga. 

Baca juga: Jembatan Rusak Hambat 3 Akses Desa di Enrekang, Warga: Kami Butuh Perhatian Pemerintah

20260329 Jembatan Rusak di Sendana Palopo
JEMBATAN RUSAK - Warga Kelurahan Sendana, Kecamatan Sendana, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, bergotong royong memperbaiki jembatan kayu di daerahnya, Minggu (29/3/2026). Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, khususnya para petani.

Seluruh proses perbaikan dilakukan tanpa dukungan anggaran pemerintah.

Salah seorang warga, Rombe, mengatakan jembatan tersebut pertama kali dibangun pada 2009 menggunakan dana dan tenaga swadaya masyarakat.

“Jembatan ini sudah lama, dibuat sekitar 2009. Dari awal memang masyarakat yang bangun sendiri,” ujar Rombe saat ditemui di lokasi, Minggu (29/3/2026).

Ia mengungkapkan, kondisi jembatan dalam beberapa tahun terakhir semakin memprihatinkan. 

Sejak 2025 hingga 2026, warga telah berulang kali mengusulkan pembangunan jembatan permanen melalui anggaran daerah (APBD).

Tapi hingga saat ini belum mendapat tindak lanjut dari Pemerintah Kota Palopo.

“Kami sudah beberapa kali mengusulkan agar dibangun permanen, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Jadi kami berinisiatif memperbaiki sendiri supaya tetap bisa digunakan,” katanya.

Menurut Rombe, jika tidak segera diperbaiki, jembatan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama saat dilalui kendaraan roda dua yang mengangkut hasil panen.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan permanen.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved