Opini
Menjadi Dosen di Era Ketika Semua Orang Bisa Menjawab
Mahasiswa mengerjakan tugas dengan bantuan kecerdasan buatan. Mereka bertanya kepada ChatGPT, Gemini, atau berbagai aplikasi AI lainnya.
Ketika AI mampu menjelaskan konsep dengan bahasa yang sederhana, dosen tidak lagi cukup hanya menjadi penyampai materi.Peran dosen perlahan bergeser.
Kami harus menjadi fasilitator yang membantu mahasiswa berpikir kritis. Kami harus menjadi mentor yang membantu mahasiswa memilah informasi yang benar dan yang keliru.
Kami harus menjadi teladan dalam menjaga integritas akademik ketika teknologi membuat segala sesuatu terasa semakin mudah.
Sebab persoalan terbesar bukanlah AI yang mampu menjawab pertanyaan. Persoalan terbesar adalah ketika manusia berhenti bertanya.
Saya sering menemukan mahasiswa yang mampu menghasilkan tugas dengan sangat baik menggunakan bantuan teknologi.
Namun ketika diajak berdiskusi lebih dalam, mereka kesulitan menjelaskan alasan di balik jawaban tersebut. Di situlah saya menyadari bahwa pendidikan tidak pernah sekadar tentang menemukan jawaban yang benar.
Pendidikan adalah tentang membangun cara berpikir.Teknologi dapat membantu seseorang menulis.
Namun teknologi tidak otomatis membuat seseorang bijaksana. AI dapat membantu menyusun argumen.
Namun AI tidak otomatis membuat seseorang memiliki integritas.
Karena itu, saya percaya profesi dosen tidak akan hilang. Yang akan hilang adalah cara lama menjadi dosen.
Dosen yang hanya mengandalkan ceramah mungkin akan semakin ditinggalkan. Dosen yang tidak mau belajar teknologi mungkin akan kesulitan mengikuti perkembangan zaman.
Tetapi dosen yang mampu membimbing, menginspirasi, dan membangun karakter mahasiswa akan tetap dibutuhkan.
Sebagai dosen muda, saya melihat perubahan ini sebagai tantangan sekaligus kesempatan.
Tantangan untuk terus belajar. Kesempatan untuk menjadi bagian dari generasi akademisi yang membangun pendidikan tinggi yang lebih adaptif.
Mungkin itulah alasan mengapa saya masih menyimpan mimpi untuk melanjutkan studi doktoral di luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-03-Nur-Afiaty-Mursalim.jpg)