Literasi Ulama
AGH. Wahab Zakariya dan Tonronge
Menurut Idris, alumni angkatan 1995 tampaknya tidak ada santri yang terbebas dari sanksi dari gurutta begitu ketatnya pembinaan beliau.
AGH. Abdul Wahab Zakariya berikhtiar melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir hingga meraih gelar MA.
Beliau meraih gelar magister politik Islam yang pertama dalam sejarah mahasiswa Asia Tenggara yang mengharuskannya mukim di Mesir selama 8 tahun.
Kemahirannya dibidang politik Islam tidak hanya sebatas dalam bidang akdemik, tetapi menjadi praktisi, tepatnya, tahun 1999 terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Barru.
Gurutta Wahab Zakariya kemudian mendapatkan anugerah gelar doktor honoris causa dari salah satu universitas terkemuka di Malaysia.
Kecintaannya pada almamater dan gurunya, menjadikan beliau menetapkan hati untuk kembali mengabdi di DDI-AD Mangkoso hingga akhir hayatnya.
Tercatat pernah mendapat kepercayaan dari AGH. Abdurrahman Ambo Dalle selaku Kepala Madrasah Aliyah Putra DDI Mangkoso sekaligus menjabat sebagai Pimpinan Kampus II Putra Tonrongnge.
Dalam buku 1 Nama 1000 Kisah: Memoar AGH. Abdul Wahab Zakariya, MA, merekam sejumlah testimoni para santrinya.
Diantaranya AS. Kambie yang merupakan santri beliau.
AGH. Wahab Zakariya wafat 2012 dimakamkan di Pesantren DDI Mangkoso.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Firdaus-Muhammad-Guru-Besar-Komunikasi-Politik-Islam-UIN-Alauddin-Makassar.jpg)