Sepotong Daging, Segunung Cemas
Opini Salman Ahmad tentang fenomena kecemasan manusia modern saat menikmati daging kurban Iduladha.
Makan secukupnya adalah hikmah. Terlalu takut, terhadap setiap makanan justru dapat membuat manusia kehilangan kegembiraan hidup, dan minus rasa syukur atas nikmat yang tersedia.
Mungkin sesungguhnya masalah terbesar manusia modern bukan kurangnya makanan sehat, tetapi hilangnya hubungan yang wajar dengan makanan itu sendiri. Kita makan sambil takut, hidup sambil cemas, dan menikmati karunia dengan rasa bersalah.
Padahal Tuhan tidak menciptakan rezeki untuk ditakuti. Ia dihadirkan untuk disyukuri, dinikmati dengan bijak, lalu diubah menjadi tenaga untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Mari nikmati daging di hari-hari tasyrik, dengan penuh kebahagiaan, kegembiraan dan juga rasa Syukur. Tentu saja jangan berlebihan.
Bacalah; “Bismillahi al laziy la yadhurru, ma’a ismihi syay-un fil ardhi wa laa fis sama’I wa huas-sami’ul ‘alim”. Lalu ucap bismillah dengan penuh kesyukuran. Semoga semua itu memberian pengaruh kuat bagi tubuh, demi melaksanakan ketaatan kepada-Nya.(*)
| BNI Wilayah 07 Makassar Bagikan 10 Hewan Kurban |
|
|---|
| KAMUPI PNUP Sembelih 8 Sapi Kurban, Daging Didistribusikan ke Warga Sekitar |
|
|---|
| Polres Sidrap Sembelih 15 Ekor Sapi, Kapolres Turun Tangan Bagikan Daging Kurban |
|
|---|
| Batalyon B Pelopor Brimob Polda Sulsel Kurban 41 Ekor Sapi, Dibagikan ke Masyarakat dan Panti Asuhan |
|
|---|
| Inilah Pencapaian Tasming Hamid Selama Pimpin Parepare, Angka Kemiskinan Turun 0,83 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/TRIBUN-OPINI-Salman-Ahmad.jpg)