Kilas Tokyo
Tangguh Bertahan
Kita sangat mengenal perusahaan perusahaan raksasa Jepang Toyota, Sony, Honda, Mitsuo, Nintendo.
Oleh: Muh. Zulkifli Mochtar
Diaspora Indonesia di Tokyo, Ketua ICMI Jepang
TRIBUN-TIMUR.COM - Kita sangat mengenal perusahaan perusahaan raksasa Jepang Toyota, Sony, Honda, Mitsuo, Nintendo.
Nissan, Hitachi, dan banyak lagi.
Tapi ternyata negara ini sangat didominasi bisnis kecil dan menengah.
Baca juga: Yokohama
Menurut White Paper on Small and Medium Enterprises tahun 2020, ada 3.58 juta perusahaan kecil-menengah atau sekitar 99.7 persen dari total perusahaan di Jepang.
Menurut data JETRO, sekitar 70 persen tenaga kerja Jepang bekerja di perusahaan perusahaan ini.
Juga sangat banyak perusahaan kecil-menengah ini sudah berumur sangat tua.
Jepang memang punya sangat banyak perusahaan yang makmur dan tetap eksis selama ratusan tahun.
Menurut Data Statistika, dari 10 perusahaan tertua dunia yang masih beroperasi hingga kini - ada enam dari perusahaan Jepang.
Sisanya dibagi antara perusahaan Austria, Jerman, Inggris dan Irlandia.
Perusahaan minuman sake terkenal Gekkeikan, ternyata sudah didirikan tahun 1637 dan selama tiga ratus tahun lebih tetap kuat.
Hingga kini tetap menjadi salah satu pembuat minuman keras terbesar di Jepang.
Perusahan pembuat game terkenal dunia Nintendo ternyata berdiri tahun 1889.
Hingga kini masih sangat eksis dan kuat di bidang mereka.
Ternyata ada lagi perusahaan yang jauh lebih tua.
Namanya Kongo Gumi - kini adalah perusahaan tertua dunia yang masih beroperasi hingga kini.
Sebuah perusahaan jasa desain dan konstruksi Jepang.
Perusahaan berdiri tahun 578 Masehi - bisakah anda bayangkan ada perusahaan yang tetap eksis lebih dari 1400 tahun?
Perusahaan Kongo Gumi dikelola keluarga yang berpusat di Osaka dan diwariskan turun temurun.
Juga ada perusahaan Nishiyama Onsen Keiunkan sebagai perusahan tertua kedua.
Didirikan pada tahun 705, sekaligus diakui Guiness World Records sebagai hotel tertua di dunia.
Satu pertanyaan paling menarik – bagaimana mereka bisa bertahan?
Apa resep panjang umur bisnis Jepang?
Menurut Yoshinori Hara, professor di Graduate School of Management Universitas Kyoto seperti yang ditulis oleh B.
Lufkin di BBC, perusahaan Jepang lebih menekankan kesinambungan dibanding memaksimal profit.
Selain itu, core skills dan level pelayanan juga salah satu alasan lain resep mereka bertahan.
Dunia terus berubah.
Perusahaan perusahaan tua ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting sejarah Jepang dan dunia.
Juga tetap berdiri tangguh dan tegar ditengah berbagai peristiwa perang dunia dan bermacam mega bencana alam yang pernah terjadi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Zulkifli-Mochtar-07032026.jpg)