Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Refleksi Ramadan

Kekuatan Doa Ramadan

Orang yang malas berdoa menunjukkan keangkuhannya sebagai hamba, seolah-olah ia tidak membutuhkan bantuan Tuhan.

Tayang:
Kemenag.go.id
REFLEKSI RAMADAN - Menteri Agama, Prof Nasaruddin Umar. 

Maksudnya, mungkin Tuhan mengabulkan doa kita tetapi kita dibiarkan hanyut sendiri bersama hasil doa yang diberikan Tuhan kepada kita.

Akhirnya kita berjarak dan semakin jauh dengan Tuhan.

Persis tukang minta-minta di depan pintu yang tidak akan pergi sebelum diberi dan akhirnya terpaksa diberi dengan harapan ia cepat pergi.

Ini jenis pemberian tanpa diiringi dengan cinta.

Boleh jadi penolakan doa berarti penerimaan diri kita kepada-Nya.

Artinya Tuhan Maha Tahu apa yang didoakan itu bermanfaat atau tidak bagi kita.

Jika Allah Sang Maha Pencipta dan Maha tahu menganganggap jenis permohonan kita justru akan membahayakan kita, terutama menjauhkan kita dengan-Nya, maka Tuhan mengenyampingkan materi doa kita.

Persis sebagai seorang anak kecil yang meminta mainan berupa gelas kaca atau pisau kepada ibunya.

Penolakan permintaan itu bukan berarti tidak cinta tetapi sebaliknya karena sang ibu mencintai anaknya.

Kita tidak boleh salah paham terhadap Tuhan dengan penolakan doa kita.

Kita juga tidak boleh berpuas diri dengan pengabulan doa kita.

Boleh jadi rezeki Allah turunkan ke bumi bersama kita tetapi kita tidak lagi pernah naik ke atas bersama-Nya.

Sebaliknya penolakan doa bisa berarti Tuhan ingin mengangkat diri kita ke hadirat-Nya dan sekaligus memperlihatkan betapa banyak yang jauh lebih indah dan lebih baik di sana yang tidak pernah kita minta.

Sehingga, sebanyak dan sebesar apapun  permohonan kita jauh lebih indah dengan kenyataan yang ada di sana.

Orang yang sudah naik ke atas tidak perlu lagi rezeki dan anugrah lainnya.

Seolah-olah ia melihat alangkah kecilnya permohonan manusia dibanding dengan sesuatu yang diperoleh di sana.

Bahkan ia berkata: "Ambil saja surga itu. Aku tidak memerlukan surga itu karena aku sudah bersama dengan Sang Pencipta surga".

Seolah-olah surga dan neraka menjadi urusan orang awam.

Sedangkan orang-orang yang khawas sudah melewati kebutuhan tahapan itu.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved