Opini Bachtiar Adnan Kusuma
Pelangi di Negeri Santri
Ibarat Ibnu Batutah pengelana dunia pada abad ke-14 yang menaklukkan 44 negara selama 29 tahun dengan durasi waktu perjalanan 120.700
Sementara itu, penulis juga berbicara di depan para mahasiswa, pelajar dan santri di Institut Agama Islam Darud Dakwah wal Irsyad Mangkoso, Kabupaten Barru dengan tema” One Santri, One Book” yang dibuka Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Barru, Fariadi Abujahja, kata Pengantar Pembantu Rektor III IAI DDI Mangkoso, Ahmad Rasyid. Pembicara lainnya, AS.Kambie dan Rezky Amaliah Syafiin.
Anregrutta Prof Dr KH HM Faried Wadjedy MA telah membukukan rangkaian perjalanan dakwah, pendidikan dan kepemimpinannya di Ponpes DDI Mangkoso dalam balutan buku bertajuk” Ronce Mutiara Anregurutta Muhammad Faried Wadjedy”.
Puncak Peringatan HSN dilaksanakan Upacara di Lapangan Pallantikang, Kantor Bupati Maros, dipimpin Dr.H.A.S.Chaidir Syam, S.IP.M.H. Upacara peringatan HSN di Kabupaten Maros digelar, selain diikuti Parade Santri dari 29 Pondok Pesantren di Maros, Bupati Maros Chaidir Syam menerima Penghargaan dari Kementerian Agama Kabupaten Maros yang diserahkan Kepala Kantor Kemenag Maros, Dr. Muhammad, S.Ag.M.Ag.
Chaidir Syam juga menyerahkan Penghargaan kepada penulis sebagai Mentor Gerakan Literasi Santri di Kab. Maros. Terima kasih Bapak Bupati Maros Chaidir Syam dan terima kasih Kemenag Kabupaten Maros yang memberi penghargaan kepada penulis sebagai salah seorang yang menggerakkan Gerakan Santri Literasi di Kabupaten Maros.
Apa yang menarik dari Sang Bupati Maros, A.S.Chaidir Syam? Ia seorang politisi ulung, birokrat yang luwes, humble dan santri yang menulis. Chaidir Syam tercatat beberapa tahun yang lalu sebagai salah seorang santri putra Ponpes Moderen IMMIM. Selain Bupati Maros, Chaidir Syam adalah tokoh penggerak Literasi di Kabupaten Maros yang telah menulis sejumlah buku, hemat penulis, ia Birokrat Indonesia yang Lengkap. Sebagai santri yang bupati plus menulis buku.
Pada akhirnya, sebagai wujud syukur di Hari Santri Nasional, penulis menyampaikan terima kasih atas keteladanan dan figur ketiga tokoh, guru kami yang telah menggariskan keteladanan menulis buku di tengah darurat akses buku-buku bermutu di Indonesia. Terima kasih Sang Guru Menulis kami, K.H. Masrur, Anregurutta Prof. K.H. Faried Wadjedy, A.S. Chaidir Syam yang telah menginvestasikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk Literasi Santri di Indonesia. Salam Literasi....(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-10-13-Bachtiar-Adnan-Kusuma.jpg)