Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tak Ada Kata Membosankan Menunggu di Bandara Melbourne

Kaca-kaca besar terpasang, yang membuat penumpang bisa menikmati keindahan alam sekitar bandara Tullamarine, Melbourne.

Tayang:
Penulis: Alfian | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Alfian
BANDARA MELBOURNE - Penumpang bandara Tullamarine, Melbourne, Victoria, Australia, sarapan sambil menikmati pemandangan lapangan penerbangan, Jumat (15/5/2026). Di bandara Tullamarine penumpang disuguhkan pemandangan langsung tanpa sekat ke area landasan pesawat. 

Sebab, jika dibandingkan dengan bandara internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, fasilitas ini sulit ditemukan.

Di bandara Sultan Hasanuddin, stand jualan ditempatkan di bagian belakang gate keberangkatan.

Calon penumpang tak bisa dengan leluasa menikmati datang dan perginya pesawat yang beroperasi di bandara Sultan Hasanuddin.

"Andai di bandara Sultan Hasanuddin juga begini, tapi mungkin ini ada perbedaan cara pandang yah. Di sini service ke konsumen diutamakan," ucap Kamaruddin Azis, jurnalis Pelakita.id yang ikut dalam rombongan.

Situasi di bandara Tullamarine juga terlihat serupa kala rombongan tiba di  Bandara Internasional Kingsford Smith, Sydney, Australia.

Stand-stand jualan dengan kursi dan meja untuk konsumen juga berjajar di dekat jendela kaca bandara.

Ini memperlihatkan jika pemerintah Australia memang konsen dalam pelayanan maksimal untuk penumpang bandara.

Bukan hanya sekadar pelayanan penerbangan yang sepengalaman penulis tak ada delay atau penundaan penerbangan.

Baca juga: Bandingkan di Makassar, Anjing Pun Nyaman di Jalanan Melbourne

20260515 Bandara Tullamarine Australia
BANDARA MELBOURNE - Penumpang bandara Tullamarine, Melbourne, Victoria, Australia, sarapan sambil menikmati pemandangan lapangan penerbangan, Jumat (15/5/2026). Di bandara Tullamarine penumpang disuguhkan pemandangan langsung tanpa sekat ke area landasan pesawat.

Tapi untuk hal yang sederhana termasuk fasilitas makan dan minum juga diperhatikan secara maksimal.

Rombongan jurnalis Makassar berjumlah empat orang berkesempatan melihat aktivitas ini setelah mengikuti workshop perubahan iklim yang diselenggarakan Australia Indonesia Centre (AIC) Monash University.

Jurnalis Makassar bekersempatan berbagi pengalaman dengan jurnalis Australia terkait dengan perkembangan peliputan perubahan iklim.

AIC dan Monash University juga memfasilitasi pertemuan dengan berbagai pihak lainnya membahas isu yang sama.

Mulai dari para peneliti hingga pihak lain yang sedang menggagas formula jurnalisme konstruksi yang disebut sebagai metode peliputan yang cocok untuk menggali isu perubahan iklim.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved