Habitus Ramadhan
Itikaf Gen Z: Kembalikan Ruang Sunyi yang Hilang dari Dunia
Algoritma bekerja seperti muadzin yang tidak pernah lelah. Ia memanggil, mengingatkan, mengulang. Terus menerus tanpa jeda.
Di dunia yang cair, ritual menjadi jangkar. Karena itu tidak mengherankan jika generasi digital justru mencari ruang yang paling analog: masjid.
Ashabiyyah Baru: Komunitas Spiritual
Jika kita memakai kacamata Ibn Khaldun, fenomena itikaf dapat dibaca melalui konsep ashabiyah: solidaritas sosial yang mengikat sebuah kelompok.
Dalam sejarah Islam, ‘ashabiyyah sering muncul dalam komunitas yang memiliki pengalaman spiritual bersama.
Itikaf menciptakan pengalaman kolektif itu: Sahur bersama, tadarus bersama, dan menunggu malam Lailatul Qadar bersama.
Di sinilah lahir komunitas spiritual generasi baru. Masjid bukan lagi sekadar tempat ibadah, tetapi ruang sosial tempat Gen Z menemukan tribe-nya.
Spiritualitas di Era Algoritma
Ada ironi yang menarik. Teknologi digital sering dituduh menjauhkan manusia dari agama. Namun dalam banyak kasus justru teknologi menjadi pintu menuju religiusitas baru.
Ajakan itikaf viral di Instagram. Foto suasana itikaf dan undangan kajian berseliweran di group-group WhatsApp Video suasana malam di masjid beredar di TikTok.
Teknologi yang sama yang membuat manusia lelah juga yang mengantar mereka kembali ke masjid. Seolah-olah algoritma tanpa sengaja sedang membantu manusia mencari Tuhan.
Sosiolog Perancis Pierre Bourdieu menyebut pola kebiasaan sosial sebagai habitus. Ramadhan membentuk habitus itu. Bangun sahur. Shalat berjamaah. Tadarus. Tarawih.
Itikaf.
Ketika kebiasaan itu dilakukan bersama oleh ribuan anak muda, ia tidak lagi sekadar ritual pribadi. Ia menjadi budaya generasi.
Jika sepuluh tahun lalu masjid-masjid Makassar didominasi generasi tua, mungkin sepuluh tahun ke depan kita akan menyaksikan sesuatu yang berbeda. Generasi yang tumbuh dengan algoritma digital, tetapi juga terbiasa tidur di lantai masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Dan mungkin dari saf-saf i’tikaf yang padat itu sedang lahir sesuatu yang lebih besar daripada sekadar keramaian ibadah.
Mungkin sedang lahir habitus spiritual baru bagi generasi yang paling digital dalam sejarah manusia.
Habitus Ramadhan
itikaf gen z
M Amilin Kadir
Muammar Bakri
Tiga Utama
Mahligai Dzikir
Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf
Multiangle
Meaningful
Ramadan 1447H
Ramadan 2026
| Perang Iran vs Israel-Amerika Kian Dekat: Semua Merasa Harus Terlibat, Warga Sulsel Menanti Kabar |
|
|---|
| Tokoh Luwu Raya Kritisi Pengelola Buka Puasa di Masjid Istiqlal, Buhari KM: Banyak Tak Dapat Takjil |
|
|---|
| Jatman Sulsel Buktikan Tarekat Tak Pernah Jauh dari Masyarakat, Ketika Kaum Sufi Gandeng PD Pasar |
|
|---|
| Anak-Anak Bermain Gel Gun: Alternatif Sehat dari Game Online yang Terancam Terhenti oleh Kebijakan |
|
|---|
| Setelah Baraccung, Anak-anak Makassar Baku Tembak-tembak Perangi Kelelahan dengan Peluru Gel: Asyik! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/19032026itikaf.jpg)