Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemekaran Luwu Raya

Tangis Bayi 8 Bulan Pecah di Walenrang Luwu, Satu Keluarga Korban Amarah Jalanan

Ia memilih meredam situasi dengan meminta maaf, berharap persoalan selesai di situ. Harapan itu pupus.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
TINDAKAN BRUTAL - Kondisi mobil korban dan anak-anaknya yang disiram air panas di Belopa Luwu. Dalam perjalanan menghindari blokade demonstrasi, mereka justru menjadi korban penganiayaan brutal yang meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam, terutama bagi anak-anak. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU — Dini hari yang seharusnya dilalui dengan selamat berubah menjadi mimpi buruk bagi satu keluarga di Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Dalam perjalanan menghindari blokade demonstrasi, mereka justru menjadi korban penganiayaan brutal yang meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam, terutama bagi anak-anak.

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 03.00 Wita, Senin (26/1/2026).

Andi Aminah (44) bersama istri dan tiga anaknya, masing-masing berusia 4 tahun, 2 tahun, dan baru 8 bulan hanya ingin mencari jalan alternatif agar bisa melanjutkan perjalanan dengan aman.

Namun nasib berkata lain.

Di Lorong Karumbing, Desa Marabuana, mobil yang mereka tumpangi nyaris bersenggolan dengan sepeda motor jenis trail CRF. 

Korban sempat diteriaki dan diminta berhenti.

Ia memilih meredam situasi dengan meminta maaf, berharap persoalan selesai di situ.

Harapan itu pupus.

Mobil keluarga tersebut terus diikuti hingga tiba di Kelurahan Bosso.

Di lokasi itu, sekelompok pria menghadang mereka.

Tanpa banyak bicara, batu-batu melayang ke arah mobil.

Kaca mobil pecah. Tubuh korban dihantam batu.

Darah mengucur dari alisnya, sementara mata kanannya memar akibat pukulan.

Namun kekerasan belum berhenti.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved