Headline Tribun Timur
Kopilot ATR 42-500 dari Malili
Farhan satu diantara delapan awak pesawat berada dalam penerbangan yang hilang kontak sejak Sabtu (17/1).
“Kami menempatkan keselamatan, kemanusiaan, dan kepedulian sebagai nilai utama. Kami memastikan keluarga mendapatkan dukungan diperlukan di masa yang sangat sulit ini,” katanya.
Sementara itu, ratusan personel tim SAR gabungan masih berjibaku di medan terjal Gunung Bulusaraung.
Lereng curam, vegetasi lebat, hujan, dan kabut tebal menjadi tantangan utama dalam proses pencarian dan evakuasi.
Di tengah operasi SAR berskala nasional tersebut, nama Farhan Gunawan kini menjadi perhatian banyak pihak.
Seorang anak daerah dari ujung Sulawesi Selatan yang mengabdikan diri di dunia penerbangan, dan kini kabarnya dinantikan oleh keluarga, sahabat, serta rekan-rekannya.
Keluarga Farhan Gunawan, kopilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport, tiba sejak dini hari di posko keluarga penumpang, di Kantor Divisi Security Bandara Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1).
Kedatangan keluarga Farhan berasal dari Malili, Kabupaten Luwu Timur. Namun, kedua orang tua Farhan tidak ikut datang ke posko.
“Satu mobil dari Malili,” ujar paman Farhan, Haji Wahyu.
Wahyu menjelaskan, kondisi kesehatan ibu Farhan memburuk saat baru tiba di Makassar, sehingga harus mendapat perawatan medis.
Sementara itu, ayah Farhan memilih tetap mendampingi istrinya.
“Ayah Farhan sedang menjaga ibu Farhan yang sementara dirawat,” ujarnya.
Selain keluarga Farhan, keluarga dari Pilot Kapten Andy Dahananto juga telah mendatangi posko keluarga penumpang.
Posko tersebut didirikan sebagai pusat informasi bagi keluarga penumpang terkait perkembangan pencarian dan evakuasi pesawat.
Hingga saat ini, proses pencarian penumpang pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Karyawan Vale
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-19-Headline-Tribun-Timur-edisi-19-Januari-2026.jpg)