Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Siang Hari

Masyarakat diminta memantau informasi prakiraan cuaca terkini selama beberapa hari ke depan.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
HEADLINE - Headline Tribun Timur edisi Rabu (7/1/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) memperkirakan hujan masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa hari ke depan. 
Ringkasan Berita:
  • BMKG mengingatkan cuaca cerah di pagi hari berpotensi berubah menjadi hujan sedang hingga lebat pada siang sampai sore akibat dinamika atmosfer yang masih aktif. 
  • Hujan diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan, khususnya pesisir barat.
  • Potensi hujan ringan hingga lebat masih mendominasi wilayah seperti Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar. 
  • Meski tidak tergolong ekstrem, curah hujan dapat memicu banjir dan longsor, terutama di daerah dengan kondisi tanah jenuh. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Jangan terpancing cuaca cerah di pagi hari.

Sebab cuaca cerah berpotensi berubah menjadi hujan lebat di siang hari hingga sore.

Perubahan cuaca ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang masih cukup aktif.

Pemanasan sejak pagi hari dapat memicu pertumbuhan awan hujan pada siang hari.

Warga yang berencana beraktivitas di luar rumah diimbau tetap waspada.

Perlengkapan antisipasi hujan seperti jas hujan atau payung disarankan tetap dibawa.

Baca juga: BMKG: 3 Hari ke Depan, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Pesisir Barat Sulsel

Masyarakat diminta memantau informasi prakiraan cuaca terkini. 

Kewaspadaan diperlukan untuk menghindari dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi tetiba.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) memperkirakan hujan masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa hari ke depan.

Forecaster BMKG, Agusmin, menyatakan pada pagi hari hujan ringan terjadi di wilayah pesisir barat Sulsel. 

Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, hingga Kepulauan Selayar. Memasuki siang hari, potensi hujan diperkirakan meningkat.

BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang terjadi di sebagian besar wilayah Sulsel.

Sementara hujan dengan intensitas lebih tinggi berpotensi terjadi di Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar.

“Untuk malam hari diperkirakan hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Sulsel,” kata Agusmin, Selasa (6/1/2026).

Beberapa wilayah lain seperti Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Enrekang, dan Wajo diperkirakan dalam kondisi berawan.

Pada dini hari, hujan ringan hingga sedang kembali berpotensi terjadi di wilayah pesisir barat, termasuk Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, hingga Kepulauan Selayar.

Agusmin mengatakan, dalam tiga hari ke depan pola cuaca diperkirakan relatif sama.

Potensi hujan ringan hingga lebat masih mendominasi wilayah pesisir barat Sulsel, seperti Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar.

Meski demikian, BMKG memastikan tidak ada potensi cuaca ekstrem dalam periode tersebut.

“Kalau ekstrem tidak sampai. Paling hujan sedang hingga lebat saja. Hujan ekstrem itu biasanya di atas 150 milimeter per hari,” jelasnya.

Curah hujan ringan hingga sedang diperkirakan berada di kisaran maksimal 50 milimeter per hari.

BMKG mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor, khususnya di wilayah Maros, Pangkep, dan Gowa.

Potensi tersebut diperkirakan meningkat mulai 7 Januari, seiring meningkatnya curah hujan dan kondisi tanah yang sudah jenuh akibat hujan beberapa hari terakhir.

“Karena tanah sudah jenuh, air hujan tidak mampu lagi terserap sehingga berpotensi menimbulkan banjir di beberapa wilayah,” ujarnya.

Agusmin menambahkan, Sulsel saat ini masih berada pada puncak musim hujan.

Umumnya, puncak musim hujan berlangsung pada Desember hingga Februari.

Secara normal, masa peralihan menuju musim kemarau mulai terjadi pada Maret, sementara musim kemarau biasanya mulai terasa pada Mei.

“Kondisi cuaca saat ini cukup dinamis, sehingga masih perlu terus dipantau,” katanya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca buruk.

Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan pihaknya aktif patroli laut sebagai langkah antisipasi.

Petugas BPBD juga menyampaikan imbauan dan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

“Kami lakukan patroli laut dan siaga menyampaikan imbauan, terutama kepada nelayan, pelaku wisata bahari, pengguna transportasi laut, serta aktivitas wisata perairan,” ujar Fadli.

Menurutnya, kondisi cuaca saat ini berpotensi membahayakan keselamatan jiwa dan sarana pelayaran.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari aktivitas di wilayah perairan.

BPBD juga meminta warga pesisir mengamankan perahu, kapal kecil, dan perlengkapan melaut untuk menghindari kerusakan akibat gelombang dan angin kencang.

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” katanya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Makassar menyiapkan dua unit perahu karet rescue standar untuk operasi penyelamatan dan evakuasi.

BPBD juga membuka layanan darurat bagi masyarakat melalui nomor 112, aplikasi Lontara+, serta layanan BPBD Kota Makassar di nomor 0815-5112-1112.

Hujan Lebat

Hujan deras mengguyur Kabupaten Gowa, Selasa (6/1/2026). Pantauan TribunTimur.com di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Somba Opu, hujan turun sejak siang hari.

Sejumlah pengendara motor terlihat menepi untuk mengenakan jas hujan. Sebagian pengendara memilih berteduh di toko kelontong dan teras rumah warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.

Kepala BPBD Gowa, Wahyudin, meminta warga berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah ketika hujan deras.

“Imbauan kami agar seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas di luar rumah, agar terhindar dari banjir, longsor, dan angin kencang,” kata Wahyudin,
Selasa (6/1/2026).

Ia mengingatkan warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari perjalanan ke wilayah rawan banjir dan longsor.

Wahyudin mengajak warga bergotong royong membersihkan saluran drainase untuk mengantisipasi genangan. 

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. BPBD Gowa telah menyiapkan posko siaga bencana di sejumlah titik.

Posko tersebut berada di Kantor BPBD Gowa di Sungguminasa, serta di desa dan kelurahan di seluruh wilayah Gowa.

Langkah ini dilakukan menyusul potensi cuaca yang masih tidak menentu.

Takalar Siaga

BPBD Takalar menyiagakan posko pelayanan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) mengantisipasi potensi bencana di tengah cuaca yang masih tidak menentu.

Kesiapsiagaan tersebut terlihat dari aktivitas pemantauan dan koordinasi yang berlangsung di Kantor BPBD Takalar, Jl Ranggong Daeng Romo Pappa, Kecamatan Pattallassang,
Senin (6/1/2026).

Sebuah tenda bertuliskan BPBD difungsikan sebagai pusat koordinasi lapangan di halaman depan kantor.

Sejumlah pejabat struktural BPBD tampak berada di lokasi untuk memastikan sistem penanganan bencana berjalan optimal.

Hadir di lokasi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Takalar, Marwan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Hj Herlina, serta Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi,Jaharuddin.

Meski lingkungan sekitar kantor masih dalam tahap pembenahan, aktivitas pelayanan BPBD Takalar tetap berjalan normal.

Petugas resepsionis tetap siaga melayani tamu dan mengarahkan proses administrasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Takalar, Hj Herlina, menjelaskan setiap penanganan bencana dilakukan melalui mekanisme yang terstruktur.

“Setiap ada laporan kejadian, kami berkoordinasi dan melapor terlebih dahulu ke aparat setempat sebelum melakukan asesmen lapangan,” ujar Hj Herlina.

Ia mengatakan BPBD Takalar memiliki relawan tanggap bencana di seluruh kecamatan sebagai pelapor awal kejadian.

“Dari laporan relawan itulah kami melakukan asesmen sebelum menyalurkan bantuan,” jelasnya.

Herlina mencontohkan kejadian angin kencang yang terjadi pada Sabtu, 2 Januari 2026, di wilayah Galesong, Pattinoang, hingga Bontolebang, Lingkungan Tabarungan.

Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah tertimpa pohon.

“Bukan angin puting beliung, tetapi angin kencang. Penanganan tetap kami lakukan sesuai prosedur,” katanya.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan umumnya berupa logistik darurat seperti sembako, disesuaikan hasil asesmen lapangan.

Ia mengakui kebutuhan material bangunan kerap muncul di lapangan, namun belum seluruhnya tersedia.

Dalam kesempatan itu, Hj Herlina juga menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

“Sejumlah peralatan perlu diremajakan agar respons di lapangan lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Takalar, M Jufri, menyebut banjir masih menjadi ancaman utama di Kabupaten Takalar saat curah hujan tinggi.

Wilayah rawan banjir meliputi Polongbangkeng Selatan, Polongbangkeng Utara, Mappakasunggu, dan Pattallassang.

Meski demikian, durasi genangan air disebut relatif singkat. Selain banjir, potensi angin kencang dan pohon tumbang juga masih kerap terjadi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Takalar menyiagakan posko pelayanan dan penanganan bencana selama 24 jam.

“Terdapat sekitar 20 personel Tim Reaksi Cepat. Sebanyak 14 orang dibagi dalam dua kelompok piket,” jelas M Jufri.

Sistem piket dilakukan secara bergantian. Personel perempuan bertugas di siang hari untuk pelayanan administrasi, sedangkan personel laki-laki berjaga pada malam hari.

BPBD Takalar juga menerapkan sistem siaga panggilan atau on-call bagi personel di luar jadwal piket.

Dalam penanganan di lapangan, BPBD Takalar terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta petugas pemadam kebakaran.

“Kami selalu bekerja lintas sektor agar penanganan bencana berjalan cepat dan efektif,” kata M Jufri.

Peringatan Dini 

Kasus bencana alam di Sinjai meningkat sepanjang 2025. BPBD Sinjai pun mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

Disampaikan Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave di kantor BPBD, Selasa (6/1/2026).

BPBD Sinjai mencatat jumlah kejadian bencana alam selama 2025 mencapai 92 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 71 kasus.

“Terjadi peningkatan cukup signifikan, yakni 21 kasus,” kata Andi Octave.

Ia merinci, bencana alam yang terjadi sepanjang 2025 didominasi cuaca ekstrem sebanyak 47 kejadian.

Selain itu terdapat banjir rob 10 kejadian, tanah longsor 17 kejadian, banjir 14 kejadian, abrasi dua kejadian, dan gelombang ekstrem dua kejadian.

Sementara pada 2024, bencana alam didominasi tanah longsor dengan 37 kejadian.

Bencana lainnya pada 2024 meliputi angin kencang 18 kejadian, banjir 10 kejadian, gelombang tinggi tiga kejadian, dan abrasi tiga kejadian.

“Kalau 2025 didominasi cuaca ekstrem, sedangkan 2024 lebih banyak tanah longsor,” ujarnya.

Menyikapi peningkatan tersebut, Pemkab Sinjai melalui BPBD mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dengan status waspada.

Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang.

“Berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar ruangan,” kata Ratnawati.

Ia juga meminta masyarakat siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.Potensi tersebut meliputi banjir, angin kencang,pohon tumbang, dan tanah longsor.

Selain itu, pengguna dan operator transportasi laut diimbau mewaspadai potensi gelombang tinggi. 

Pemkab Sinjai mengajak masyarakat memantau informasi cuaca dari sumber resmi dan mengikuti arahan petugas di lapangan

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved