Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Indonesia International Expo Series

Pameran Industri Internasional Digelar di ICE BSD Tangerang, Targetkan 6.000 Pengunjung

Sebanyak 320 booth telah dipastikan berpartisipasi, dengan peserta dari berbagai negara seperti China, Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia

Tayang:
Editor: AS Kambie
Tribun-timur.com/dok.tribun
IIES 2026 - Suasana konferensi pers Indonesia International Expo Series (IIES) 2026 di Redtop Hotel, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Sejumlah pembicara, termasuk Dato Chong Chong Tik dan Chairani Jamila, memaparkan rencana penyelenggaraan pameran industri tekstil dan alas kaki internasional yang akan digelar pada 18–20 Juni 2026 di ICE BSD, Tangerang. 

JAKARTA, TRIBUN - Rangkaian pameran industri internasional bertajuk Indonesia International Expo Series 2026 ( IIES 2026) resmi diperkenalkan dalam konferensi pers yang digelar bersama para mitra global dan pelaku industri. 

Acara ini akan berlangsung pada 18–20 Juni 2026 di ICE BSD, Tangerang.

“Saya dari asosiasi Persatuan Sepatu Taiwan. Saya harap pameran ini akan sukses di Indonesia semoga banyak pengunjung yang datang ke pameran kita juga pada tanggal 18-20 Juni 2026,” kata Suryan kepada Tribun-Timur.com via telepon, Selasa malam, 19 Mei 2026.

Kegiatan dibuka oleh pembawa acara yang kemudian memperkenalkan sejumlah tamu VIP, di antaranya Dato Chong Chong Tik selaku Chairman ES Event Management Sdn Bhd dan PT Indonesia Mass Event Management, Jacky Tsai sebagai Vice Chairman Jakarta Taiwan Entrepreneur Association sekaligus Chairman of Veteran Association Indonesia of ROC, serta Suryan Chang dari asosiasi industri sepatu Taiwan. 

Hadir pula para mitra media dan pelaku industri dari berbagai sektor.

Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Lee Jiayu, pameran ini mencakup beberapa agenda utama, yaitu Indonesia International Textile & Clothing Industry Fair serta Indonesia International Footwear Machinery & Material Industry Fair. Kegiatan ini melibatkan sejumlah mitra penyelenggara dari Indonesia, Malaysia, China, dan Taiwan.

Beberapa organisasi dan institusi turut memberikan dukungan, di antaranya Bosowa Corporation, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Perindustrian RI, serta berbagai asosiasi industri dari Indonesia, Malaysia, dan China.

Penyelenggara menjelaskan bahwa Indonesia dipilih sebagai lokasi pameran karena memiliki potensi pasar yang besar, dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 285 juta jiwa, termasuk lebih dari 10 juta penduduk di Jakarta. Pertumbuhan perdagangan Indonesia yang mencapai sekitar 15 persen serta peningkatan ekspor ke China sebesar 17,9 persen turut menjadi pertimbangan utama.

Direktur PT Solindo Duta Praga, Chairani Jamila, menyampaikan bahwa pameran ini diharapkan dapat mendorong business matching, kolaborasi perdagangan, pengembangan merek, serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Dato Chong Chong Tik mengungkapkan bahwa pameran ini merupakan kelanjutan dari pengalaman panjang penyelenggara sejak 1989 di Malaysia. Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat dua segmen pameran, yaitu produk konsumen dan mesin industri seperti plastik, percetakan, dan pengolahan makanan. Namun, untuk tahun ini, fokus dialihkan ke sektor tekstil karena faktor kondisi ekonomi global.

Sebanyak 320 booth telah dipastikan berpartisipasi, dengan peserta dari berbagai negara seperti China, Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia. Ia berharap pelaku industri di Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jaringan bisnis.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah pertanyaan diajukan oleh jurnalis. Menanggapi fokus sektor industri, penyelenggara menegaskan bahwa pameran ini menitikberatkan pada tekstil, alas kaki, serta industri terkait lainnya. Pameran juga dirancang untuk membantu produk Indonesia bersaing di pasar global melalui kolaborasi dan kehadiran mitra internasional.

Untuk strategi bisnis, penyelenggara mengusung konsep business-to-business (B2B) dengan memberikan fasilitas akomodasi bagi pembeli potensial, termasuk hotel dan program business matching. Target pengunjung diperkirakan mencapai 6.000 orang.

Peserta pameran berasal dari berbagai wilayah di China seperti Zhejiang, Fujian, Shandong, dan Shanghai, serta dari Hong Kong dan Taiwan. Pengunjung dapat melakukan registrasi melalui kode QR yang disediakan, dengan pengaturan akses khusus antara pelaku industri dan publik.

Menanggapi kondisi ekonomi global, termasuk pelemahan rupiah, pihak penyelenggara menyatakan bahwa fluktuasi nilai tukar tetap memiliki pengaruh, terutama dalam transaksi dan biaya perjalanan internasional. Namun demikian, mereka optimistis pameran ini tetap berjalan efektif dalam mendorong aktivitas ekonomi.

Sebagai tambahan, pameran ini tidak memungut biaya masuk bagi pengunjung. Penyelenggara juga menyediakan program undian berhadiah perjalanan ke Guangzhou pada 30 Oktober hingga 4 November 2026 bagi pengunjung yang telah terdaftar. Selain itu, pembeli potensial juga akan difasilitasi dengan akomodasi hotel selama satu malam.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved