Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur 

Ketua RT Nginap di Hotel

Mereka bermalam di hotel bintang 4 ini untuk mengikuti pelantikan pada Senin pagi, 29 Desember 2025.

Tayang:
Editor: Sudirman
TRIBUN TIMUR/ist
PELANTIKAN RT - Sejumlah Ketua RT menginap di Hotel sebelum pelantikan. Sekcam Sangkarrang Sitti Subaedah menambahkan, para ketua RT/RW berangkat sehari lebih awal mengantisipasi cuaca buruk. 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah ketua RT/RW menginap di Karebosi Premier Hotel, Makassar, menjelang pelantikan massal yang digelar Senin pagi, 29 Desember 2025, di Lapangan Karebosi. 
  • Pelantikan 6.032 ketua RT/RW oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjadi momentum demokrasi di tingkat akar rumput. 
  • Para ketua RT/RW merupakan hasil pemilihan langsung warga, mencerminkan partisipasi demokratis hingga ke lorong-lorong permukiman. 
 

 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RTRW) menginap di Karebosi Premier Hotel, Jl Jenderal M Jusuf, Makassar.

Mereka bermalam di hotel bintang 4 ini untuk mengikuti pelantikan pada Senin pagi, 29 Desember 2025.

Direktur Utama PT Tosan Permai Lestari sekaligus perwakilan Hotel Karebosi, Binsar J Samosir, membenarkan adanya tamu yang menginap terkait agenda pelantikan di Lapangan Karebosi.

Menurutnya, lokasi hotel yang berdekatan dengan lokasi acara membuat tingkat hunian terdampak setiap kali ada kegiatan besar.

“Karena hotel kami dekat dengan lokasi pelantikan, memang ada tamu berpakaian RT/RW. Namun jumlah pastinya tidak bisa kami deteksi,” ujarnya, Senin (29/12/2025).

Baca juga: Bukti Dekat dengan Warga, Santi Kembali Dipercaya Pimpin RT 07 Biring Romang Makassar

Binsar menjelaskan, data jumlah tamu biasanya baru bisa diketahui secara pasti jika pemesanan dilakukan secara kolektif.

“Berbeda kalau pemesanan dilakukan secara kolektif, baru bisa diketahui jumlahnya,” katanya.

Ia menambahkan, setiap ada kegiatan besar di kawasan Karebosi, tingkat hunian hotel umumnya ikut meningkat.

“Kalau ada acara di Karebosi, kami memang selalu terdampak dari sisi hunian,” jelasnya.

Dari 72 ketua RTRW se-Kepulauan Sangkarrang, puluhan diantaranya menginap di rumah singgah Kecamatan Sangkarrang di Jl Faisal dan di Tamalanrea, serta di rumah kerabat masing-masing.

“Kalau di Jalan Faisal ada enam orang dari Pulau Lumu-lumu bermalam,” kata Sekretaris Camat Sangkarrang, Sitti Subaedah.

Fenomena menarik mengiringi pergantian 2025 di Makassar.

Wali Kota Munafri Arifuddin melantik 6.032 ketua RTRW di Lapangan Karebosi, Jl Jend Ahmad Yani, kemarin pagi.

Mereka hasil pemilihan langsung, laiknya pemilihan kepala daerah. Ratusan ribu warga Makassar memilih langsung ketua RTRW mereka.

Demokrasi hadir di lorong-lorong sempit, di teras rumah, di ruang-ruang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Prosesnya sederhana, tetapi sarat makna: warga merasa dilibatkan, suara mereka dihadirkan secara nyata.

Puluhan ketua RT/RW ini sebelumnya menempuh perjalanan laut selama dua jam, dari pulau-pulau di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang menuju Dermaga Kayu Bangkoa, Jl Penghibur, Makassar.

Mereka berangkat tidak bersamaan. Keberangkatan menyesuaikan jadwal perahu dan kondisi cuaca di masing-masing pulau.

Perjalanan di tengah puncak musim hujan, gelombang tinggi menjadi tantangan selama perjalanan laut.

Sekcam Sangkarrang Sitti Subaedah menambahkan, para ketua RT/RW berangkat sehari lebih awal.

Langkah tersebut untuk mengantisipasi cuaca buruk dan mencegah keterlambatan saat pelantikan.

“Perjalanan laut tidak bisa diprediksi. Jika cuaca buruk, keberangkatan bisa tertunda,” ujarnya.

Ia menyebut pulau terjauh di Kecamatan Sangkarrang, yakni Pulau Bonetambu, membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam.

Setibanya di Makassar, para Ketua RT/RW mencari tempat tinggal sementara. Sebagian bermalam di rumah singgah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Sebagian lainnya menumpang di rumah keluarga.

Ada pula ketua RT/RW menginap di Karebosi Premier, eks Hotel Karebosi Condotel, Jl Jend M Jusuf yang berjarak dekat dari lokasi pelantikan.

Subaedah menambahkan, setelah pelantikan para ketua RT/RW akan langsung kembali ke wilayah masing-masing.

Ia berharap ketua RT/RW dilantik menjalankan tugas dengan baik dan menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat.

Sangkarrang memiliki delapan pulau, dua diantaranya tak berpenghuni, yakni Kodingareng Keke dan Lanjukang.

Kecamatan Sangkarrang memiliki luas 54,32 hektare. Sangkarrang daerah terkecil dari 15 kecamatan di Makassar.

Penduduknya hanya berjumlah 14.498. Terdiri dari 7.206 laki-laki dan 7.272 perempuan. Belasan ribu warga tersebut hidup di tiga kelurahan, Kodingareng, Barrang Lompo, dan Barrang Caddi.

Kelurahan Kodingareng memiliki dua pulau. Pertama Pulau Kodingareng (berpenduduk) dan Kodingareng Keke (tak berpenduduk).

Selanjutnya, Kelurahan Barrang Lompo. Karakteristik pulau ini padat penduduk, masyarakatnya hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam.

Rerata masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Kemudian Kelurahan Barrang Caddi, meliputi lima pulau.

Pulau Barrang Caddi, Lumu-lumu, Lanjukang, Bone Tambu dan Langkai. Bone Tambu, Langkai dan Lanjukang termasuk pulau terluar.

Pelantikan RTRW

Lapangan Karebosi dipadati pasukan berbaju putih sejak pukul 06.30 Wita. Kehadiran ribuan peserta tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara pelantikan Ketua RTRW se-Makassar.

Sejak pagi hari, barisan ketua RTRW tampak tertib memadati area lapangan. Mereka mengikuti arahan panitia sebelum prosesi pelantikan dimulai.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi para ketua RTRW yang akan mengemban amanah sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan di tingkat paling bawah.

Selain para ketua RTRW terlantik, acara tersebut juga dihadiri jajaran Pemerintah Kota Makassar.

Hadir Wali Kota Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Ketua DPRD Supratman, para kepala dinas, camat, hingga lurah.

Suasana Lapangan Karebosi tampak semarak namun tetap tertib. Para ketua RTRW disiapkan tempat duduk yang dipisahkan berdasarkan kecamatan masing-masing.

Mereka menghadiri pelantikan ketua RTRW yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat.

Para ketua RTRW juga membawa rompi berwarna merah marun yang tampak nyentrik. Rompi ini digunakan secara serentak saat pemasangan simbolis oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

6.032 ketua RTRW resmi dilantik dalam kesempatan tersebut.

Jumlah tersebut terdiri atas 5.027 ketua RT dan 1.005 ketua RW. Mereka tersebar di 153 kelurahan dan 15 kecamatan di Kota Makassar.

Munafri menilai pelaksanaan pemilihan RTRW berjalan dengan sangat baik, meski masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi ke depan.

Menurutnya, pemilihan langsung RTRW ini menjadi catatan sejarah yang tidak akan terlupakan bagi Kota Makassar.

“Ini memberikan makna bahwa demokrasi di Makassar benar-benar dipilih melalui kesepakatan warga. Tidak ada lagi ketua RTRW ditunjuk atas keinginan pihak tertentu, tapi dipilih masyarakat di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Dengan sistem tersebut, Munafri berharap arus informasi di tengah masyarakat dapat berjalan lebih baik. Pasalnya, ketua RTRW merupakan representasi langsung warga di lingkungannya.

Ia menegaskan, jabatan RTRW bukanlah jabatan struktural pemerintahan, melainkan jabatan sosial yang sarat dengan tanggung jawab.

“RTRW perpanjangan tangan pemerintah untuk mencermati kondisi masyarakat, menyampaikan informasi yang jelas, dan menjaga kepedulian sosial di wilayahnya. RTRW adalah wajah Pemerintah Kota Makassar di tingkat paling bawah,” tegasnya.

Euforia Pelantikan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjadi pusat perhatian ratusan ketua RTRW usai prosesi pelantikan.

Begitu rangkaian acara resmi selesai, Munafri tampak dikerumuni para ketua RTRW yang antusias mendekat.

Mereka silih berganti mengajak orang nomor satu di Makassar itu untuk berswafoto.

Ponsel sudah siaga di tangan masing-masing. Kamera depan terbuka, menunggu momen berfoto bersama. Sebagian ketua RTRW tampak saling menyela demi mendapatkan posisi terdepan.

Ada mengangkat ponsel tinggi-tinggi, ada pula yang meminta rekannya menekan tombol kamera. Munafri melayani permintaan selfie tersebut dengan ramah.

Ia tampak tersenyum dan sesekali berbincang singkat dengan para ketua RTRW yang baru saja dilantik.

Momen ini mencerminkan suasana keakraban antara Wali Kota Makassar dan para ketua RTRW. Mereka akan menjadi ujung tombak pelayanan pemerintah di tingkat masyarakat.

Selain berfoto, sejumlah ketua RTRW memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan salam hingga ucapan terima kasih.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan peran ketua RTRW bukan sebagai penguasa wilayah, melainkan pelayan masyarakat.

Ia menekankan RTRW harus aktif dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah di tingkat paling bawah.

“RTRW ini bukan orang yang muncul menjadi bos di wilayahnya, bukan menjadi juragan, tapi orang-orang yang mau sibuk, orang-orang yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah,” tegasnya.

Ia meminta seluruh ketua RTRW aktif menyampaikan setiap proses dan program pemerintah yang akan dilaksanakan di wilayah masing-masing.

Selain itu, RTRW juga diminta memberikan data dan informasi yang sebenar-benarnya terkait kondisi lingkungan.

Tujuannya agar intervensi pemerintah, baik bantuan sosial maupun pembangunan, tepat sasaran.

Munafri menekankan tidak boleh lagi terjadi ketidakadilan dalam penyaluran bantuan akibat sikap atau keberpihakan ketua RTRW.

“Kita tidak mau lagi mendengar ada warga yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah tetapi tidak mendapatkannya karena ketidakadilan RT di wilayahnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar RTRW menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan, khususnya pasca pemilihan RT.

Menurutnya, kinerja RTRW ke depan akan menjadi perhatian pemerintah dan dapat dievaluasi sesuai aturan yang berlaku.
RT Responsif

Ketua RT 01, RW 10 Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Irwansyah berkomitmen mewujudkan layanan yang responsif, transparan, dan solutif.

Disampaikan usai pelantikan ketua RT/RW di Lapangan Karebosi, Jl Jend Ahmad Yani, Senin pagi.

Irwansyah menegaskan siap menjalankan amanah warga dengan mengedepankan pelayanan yang cepat dan tepat sasaran.

Tiga prinsip itu menjadi pegangannya dalam mengemban tugas sebagai ketua RT.

“Responsif, transparan, dan solutif. Itulah yang diinginkan warga. Kita harus hadir di tengah-tengah mereka,” ujar Irwansyah.

Responsif dimaknai sebagai sikap cepat tanggap terhadap kebutuhan, keluhan, dan aspirasi warga.

Ia menegaskan akan selalu mudah dihubungi serta sigap menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.

Dengan pelayanan yang responsif, warga diharapkan tidak merasa diabaikan.

Sementara itu, prinsip transparan diwujudkan melalui keterbukaan dalam setiap proses dan pengambilan keputusan di tingkat RT.

Irwansyah menekankan pentingnya penyampaian informasi yang jelas kepada warga, termasuk terkait program lingkungan, pendataan, hingga penyaluran bantuan.

“Keterbukaan penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” katanya.

Adapun prinsip solutif berarti setiap persoalan warga tidak hanya ditanggapi, tetapi juga dicarikan jalan keluar terbaik.

Ia menilai musyawarah menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan.

“Musyawarah untuk mencari solusi harus dikedepankan,” katanya.

Menurut Irwansyah, peran ketua RT bukan sekadar administratif. Ketua RT juga berfungsi sebagai penghubung antara warga dan pemerintah, sekaligus penggerak partisipasi masyarakat.

Ia berharap, melalui komunikasi dan kerja sama yang baik, lingkungan RT 01 RW 10 Laikang dapat menjadi wilayah yang tertib, harmonis, dan semakin maju.

Sejauh ini, persoalan sampah dan lampu jalan menjadi keluhan utama warga. Masalah ini dinilai membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

Dengan berpegang pada prinsip responsif, transparan, dan solutif, Irwansyah optimistis mampu menjembatani keluhan warga dengan pihak terkait.

RT Advokat

Hartiny Fanny Angrainy (60) dipercaya warga sebagai Ketua RT 08 RW 02 Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Fanny bagian dari 6.032 ketua RTRW dilantik di Lapangan Karebosi.

Ia menyatakan, keputusannya kembali maju sebagai ketua RT didorong oleh keinginan memperkuat persatuan warga. Ia berkomitmen meningkatkan kebersihan lingkungan.

“Yang utama itu persatuan warga, kemudian kebersihan lingkungan yang selama ini belum maksimal,” ujar Fanny usai pelantikan.

Ini bukan kali pertama Fanny mengemban amanah sebagai ketua RT. Sebelumnya, ia telah menjabat selama lima tahun dan memahami kebutuhan warganya.

“Ini kelanjutan program-program sebelumnya,” katanya.

Dengan latar belakang sebagai pengacara, Fanny menilai pendampingan hukum kerap dibutuhkan masyarakat.

Ia bahkan membuka layanan pengaduan dan konsultasi hukum selama 24 jam di kediamannya bagi warga.

Selain itu, Fanny pernah menjadi bagian dari Tim Hukum Pemerintah Kota Makassar. Ia membantu pemerintah dalam penyelesaian sengketa tanah dan aset daerah.

Fanny menyatakan siap menjalankan arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, salah satunya menjaga lingkungan bebas petasan dan kembang api saat pergantian tahun.

“Kami tetap akan sosialisasikan karena bisa mengganggu dan berisiko,” jelasnya.

Ia menyebut kondisi sosial ekonomi warganya tergolong menengah ke atas, sehingga konflik sosial relatif minim.

Dengan pengalaman dan latar belakang profesinya, Fanny optimistis dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi warga RT 08 RW 02 Kelurahan Karampuang.

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved