Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Domino Identik Judi, Sosiolog Unismuh Makassar Hadisaputra: Label Judi

Hadisaputra menjelaskan, dari kacamata sosiologi, persepsi domino itu judi lahir dari proses sosial yang panjang.

|
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Muh Hasim Arfah
dok Unismuh Makassar
PERMAINAN JUDI-Sosiolog Universitas Muhammadiyah Makassar Hadisaputra. Hadisaputra menjelaskan domino identik dengan permainan judi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Permainan domino selalu diidentikkan dengan judi.

Padahal permainan kartu ini menjadi hiburan masyarakat di waktu senggang, seperti saat nongkrong maupun jaga ronda.

Sosiolog Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Hadisaputra menjelaskan, dari kacamata sosiologi, persepsi domino itu judi lahir dari proses sosial yang panjang.

Domino di Indonesia telah terkonstruksi sebagai “permainan judi” akibat kuatnya stigma historis.

Sejak era kolonial, domino kerap dimainkan dengan taruhan karena ada unsur untung-untungan dalam permainan ini.

Kebiasaan bermain domino di warung atau tongkrongan sering disertai uang taruhan, sehingga publik cenderung menggeneralisasi domino sebagai judi semata.

Baca juga: MUI Izinkan Permainan Domino, Muhammadiyah Luwu: Selama Tak Judi Hukumnya Mubah

Alhasil, citra strategis dan nilai hiburan domino tertutup oleh label negatif tersebut.

Lama-lama, asosiasi antara domino dan uang jadi melekat secara simbolik.

“Dalam sosiologi ini disebut sebagai proses labeling, tindakan yang netral bisa berubah makna karena diberi label moral tertentu, seperti perjudian,” jelasnya melalui keterangan tertulis kepada Tribun-Timur.com, Selasa (28/10/2025).

Ia menambahkan, media dan otoritas sosial juga berperan besar membangun label domino dengan judi.

Ketika razia perjudian menemukan orang main domino dengan uang di atas meja, narasi yang dibawa media bukan orang bermain domino, tapi penggerebekan judi domino.

“Jadi makna sosial permainan itu dikonstruksi oleh wacana yang berulang, dan masyarakat pun belajar untuk melihat domino bukan sebagai hiburan, tapi sebagai simbol penyimpangan moral,” tambahnya.

Dosen akrab disapa Hadi ini mengutip pernyataan Jonhson et al dalam jurnal BMC Public Health yang mengemukakan, domino juga jadi cermin dari bagaimana masyarakat menilai risiko dan moralitas.

Aktivitas yang melibatkan peluang menang-kalah, seringkali langsung diasosiasikan dengan dosa atau kenakalan.

“Jadi, meskipun ada unsur strategi dan interaksi sosial, makna yang menempel lebih kuat adalah taruhan,” tuturnya.

Budaya dan Nilai Sosial Memengaruhi

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved