BBM Langka
Solar Langka dan Harga Eceran Rp20 Ribu, Nelayan Bontoa Maros Tak Melaut
Kapal nelayan biasanya berlayar, kini hanya terlihat bersandar di area dermaga dan muara sungai.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
“Ada juga yang pergi cari kerang di muara,” katanya.
Selain itu, nelayan yang tidak melaut memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jaring.
Proses perbaikan jaring tersebut biasanya memakan waktu sekitar satu minggu.
“Perbaiki jaring sendiri paling sekitar satu minggu,” ujarnya.
Arief mengungkapkan pemerintah desa pernah menjalankan program pelatihan pembuatan bubu atau rakang bagi warga.
Program tersebut ditujukan agar masyarakat dapat memproduksi sendiri alat tangkap ikan tanpa harus membeli dari luar daerah seperti Maros maupun Pangkep.
Namun program tersebut kini sudah tidak berjalan.
Ia menambahkan, pemerintah desa telah memberikan stimulan dan pelatihan kepada masyarakat, tetapi keterbatasan anggaran membuat desa tidak dapat berbuat banyak untuk membantu nelayan menghadapi kondisi saat ini.
“Terkait kondisi sekarang, pihak desa tidak bisa berbuat banyak terkait dengan anggaran yang ada,” tutupnya. (*)
| Truk dan Bus 'Kepung' Makassar, Kemacetan Tak Terhindarkan Akibat Antrean BBM |
|
|---|
| SPBU di Jl Pettarani Makassar Padat, Kendaraan Mengular hingga Jalan Raya |
|
|---|
| Bupati Sinjai Sidak SPBU Lita, Pastikan Pasokan BBM Aman |
|
|---|
| Satreskrim Polres Bone Sidak SPBU, Klaim Stok Solar dan Pertalite Masih Aman |
|
|---|
| Pertalite dan Solar di SPBU Ulugalung Wajo Kosong, Pengawas: Hari ini Juga BBM Masuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SOLAR-LANGKA-Nelayan-di-Kecamatan-Bontoa-Kabupaten-Maros-Sulawesi-Selatan-tak-melaut.jpg)