Rp140 M PAD Maros Berhasil Terkumpul, Capaian Dinas Pertanian dan Kopumdag Seret
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menilai capaian tersebut sudah berada pada jalur yang tepat atau on the track
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Jumlah PAD Maros 40 persen dari target yang ditetapkan tahun ini, yakni Rp347 miliar
- Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah, mengatakan pencapaian PAD menunjukkan tren yang positif
- Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menilai capaian tersebut sudah berada pada jalur yang tepat atau on the track
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sebanyak Rp140 miliar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros berhasil terkumpul hingga Mei 2026.
Jumlah tersebut telah mencapai 40 persen dari target yang ditetapkan tahun ini, yakni Rp347 miliar.
Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi PAD yang berlangsung di Ruang Marusu Kompleks Kantor Bupati Maros, Senin (15/6/2026).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M Ferdiansyah, mengatakan pencapaian PAD menunjukkan tren yang positif.
“Semoga bulan depan sudah mencapai 50 persen,” katanya usai rapat.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menilai capaian tersebut sudah berada pada jalur yang tepat atau on the track.
“Ini kan baru Mei. Mudah-mudahan ke depan sudah bisa mencapai 50 persen,” katanya.
Mantan Kadis PU itu menyebut, target pemerintah daerah adalah realisasi PAD pada semester pertama tahun 2026 dapat mencapai minimal 50 persen.
Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang perlu meningkatkan kinerjanya dalam mengumpulkan pendapatan daerah.
“Terutama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan,” ujarnya.
Untuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, target PAD tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp650 juta.
Namun hingga saat ini realisasinya baru mencapai Rp167 juta atau sekitar 25,80 persen.
Dengan demikian, OPD tersebut masih harus mengejar sekitar Rp482 juta untuk memenuhi target.
Muetazim menjelaskan, sektor pertanian masih memiliki potensi yang dapat dimaksimalkan untuk mendongkrak PAD.
| Beras Tak Lagi Jadi Penyumbang Inflasi, Mentan Amran Perkuat Stabilitas Pangan |
|
|---|
| Solar Langka dan Harga Eceran Rp20 Ribu, Nelayan Bontoa Maros Tak Melaut |
|
|---|
| Sudah Sepekan Pembunuh Sopir Maxim di Maros Berkeliaran, Polisi Belum Ungkap Identitas Pelaku |
|
|---|
| Polres Maros Belum Terima Surat Demo, Mahasiswa Baru Jadwalkan Konsolidasi |
|
|---|
| Dekatkan Pelayanan Publik, Imigrasi Makassar Hadirkan Layanan Eazy Paspor di MPP Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260615-Rapat-evaluasi-PAD-maros.jpg)