SPMB 2026
Daya Tampung Sekolah Negeri di Maros Overload, Penambahan Rombel Tak Memungkinkan
Sejumlah sekolah di wilayah padat penduduk mengalami lonjakan pendaftar yang jauh melebihi kapasitas penerimaan.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
Wandi menegaskan penambahan rombel tidak memungkinkan dilakukan karena terbentur aturan.
Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, setiap sekolah maksimal memiliki empat rombel untuk setiap tingkat.
Jumlah siswa per rombel juga dibatasi, yakni maksimal 28 siswa untuk SD dan 32 siswa untuk SMP.
“Solusi jangka panjangnya perlu ada penyesuaian regulasi, khususnya untuk sekolah yang berada di wilayah padat penduduk,” katanya.
Baca juga: Kesulitan Daftar Akun SPMB Makassar? Dinas Pendidikan Siapkan Help Desk di Sekolah dan Kantor Disdik
Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pendidikan Maros, Asri Rajab, menilai kebutuhan pendidikan masih dapat tertangani melalui sekolah swasta.
Menurutnya, siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri biasanya melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Asri mengatakan persoalan daya tampung lebih banyak terjadi di wilayah padat penduduk.
Sebaliknya, di daerah seperti Tompobulu dan Mallawa, kuota penerimaan siswa baru justru belum terpenuhi.
“Bahkan ada sekolah yang hanya menerima sekitar 10 siswa baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara total kuota sekolah negeri di Maros sebenarnya masih mencukupi.
Namun, persoalan muncul karena sebaran penduduk tidak merata dan faktor jarak tempuh menuju sekolah.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Pendidikan akan melakukan pendataan ulang kebutuhan ruang belajar di setiap sekolah.
Data itu akan digunakan untuk mengusulkan program revitalisasi sekolah ke pemerintah pusat.
“Tahun ini ada 265 sekolah negeri yang menerima siswa baru, terdiri dari 222 SD negeri dan 43 SMP negeri,” tutupnya.(*)
| SPMB 2026 Dibuka, SMPN 1 Barebbo Bone Siap Tampung Lima Rombel |
|
|---|
| Pendaftaran Akun SPMB 2026 Makassar Dibuka, Siapkan Dokumen dari Sekarang |
|
|---|
| Andi Ina Ingatkan Kepsek TK, SD, SMP Se-kabupaten Barru Jangan Ada Praktik Titip-menitip |
|
|---|
| Disdik Bone Dorong Pemerataan SPMB 2026, Orang Tua Diminta Tak Fokus ke Sekolah Favorit |
|
|---|
| SPMB 2026 Takalar Mulai Bergulir, Disdikbud Budayakan Jemput Bola Sosialisasi ke Orang Tua Murid |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260612-RDP-DPRD-Maros.jpg)