Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SPMB 2026

Andi Ina Ingatkan Kepsek TK, SD, SMP Se-kabupaten Barru Jangan Ada Praktik Titip-menitip

Mantan Ketua DPRD Sulsel ini menekankan, proses penerimaan murid tahun ini harus bersih dari segala bentuk kecurangan dan intervensi sepihak.

Tayang:
Penulis: Segitarius | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Segitarius
SPMB 2026 - Di hadapan para kepala sekolah TK, SD, SMP Se-kabupaten Barru, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari peringatkan jangan ada praktik titip menitip pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Hal itu disampaikan di Baruga Singkerru Adae, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Jumat (5/6/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Barru terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.

Hal itu ditegaskan Andi Ina saat membuka sosialisasi SPMB sekaligus memimpin Penandatanganan Komitmen Bersama Sukseskan SPMB Berintegritas di Baruga Singkerru Adae, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Jumat (5/6/2026).

Mantan Ketua DPRD Sulsel ini menekankan, proses penerimaan murid tahun ini harus bersih dari segala bentuk kecurangan dan intervensi sepihak.

"Jangan sampai ada praktik titip-menitip. Dinas Pendidikan dan pengawas akan turun langsung melakukan verifikasi di lapangan," tegas Andi Ina.

Dalam arahannya, Bupati perempuan pertama di Barru ini memaparkan empat jalur penerimaan yang jadi fokus utama yang wajib dikawal ketat selama pelaksanaan SPMB 2026.

Yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.

Khusus jalur domisili, Andi Ina meminta data Kartu Keluarga (KK) dan titik koordinat rumah calon murid diperiksa sangat cermat guna mengantisipasi manipulasi.

SPMB yang bersih diharapkan bisa menjadi solusi menyapu bersih angka putus sekolah.

"Tidak boleh ada anak di Kabupaten Barru yang tidak sekolah hanya karena terkendala sistem. Ini menjadi tugas kita bersama," katanya.

Para kepala sekolah juga diwajibkan patuh pada regulasi dan menjauhi gratifikasi.

Andi Ina juga mengingatkan bahwa proses ini dipantau langsung oleh aparat penegak hukum (APH).

Di akhir sambutannya, Bupati Barru mengajak seluruh tenaga pendidik untuk mengubah atmosfer sekolah menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

"Anggaplah anak-anak yang belajar di sekolah sebagai anak-anak kita sendiri. Pakailah hati dalam mendidik mereka.

Jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang menyenangkan dan mencerdaskan," ujarnya.

Ia berharap penandatanganan pakta integritas ini bukan sekadar seremoni formalitas di atas kertas.

Melainkan menjadi tanggung jawab moral yang dipegang teguh di lapangan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved