Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dua Jamaah Haji Maros Wafat di Tanah Suci di Hari yang Sama

Kedua jemaah tersebut adalah Nahariah, warga Kecamatan Bontoa yang tergabung dalam kloter 40 dan Sangkala, warga Kecamatan Maros Baru

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Waode Nurmin
Tribun-timur.com
JEMAAH HAJI - poster ucapan duka jemaah Haji Maros. Dua jemaah maros, Nahariah, warga Kecamatan Bontoa yang tergabung dalam kloter 40 dan Sangkala, warga Kecamatan Maros Baru yang tergabung dalam kloter 20 meninggal dunia. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Kabar duka datang dari Tanah Suci.

Dua jamaah haji asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi.

Kedua jemaah tersebut adalah Nahariah, warga Kecamatan Bontoa yang tergabung dalam kloter 40 dan Sangkala, warga Kecamatan Maros Baru yang tergabung dalam kloter 20.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, membenarkan kabar wafatnya dua jemaah asal Maros tersebut.

Ia mengatakan Nahariah meninggal dunia di Makkah pada Sabtu (6/6/2026) pukul 05.45 waktu setempat.

Sementara Sangkala mengembuskan napas terakhir pada hari yang sama sekitar pukul 14.24 waktu Makkah.

“Kalau Ibu Nahariah meninggal pukul 05.45, sedangkan Bapak Sangkala pukul 14.24 waktu Makkah pada Sabtu, 6 Juni 2026,” kata Ihyadin kepada Tribun Timur, Minggu (7/6/2026).

 Ihyadin menyebutkan, kondisi kesehatan Nahariah memang sudah menurun sejak awal tiba di Tanah Suci.

“Semenjak tiba di Tanah Suci memang kondisinya tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Karena kondisi kesehatannya, Nahariah beberapa kali mendapatkan bantuan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Tawaf qudum sudah didorong. Saat di Mina selama tiga hari pelontaran jumrah, almarhumah dibadalkan dan lebih banyak berada di tenda,” jelasnya.

Setelah kembali dari Mina, Nahariah kembali dibantu untuk melaksanakan tawaf ifadah hingga seluruh rangkaian wajib hajinya dapat dituntaskan.

“Pasca tawaf ifadah, almarhumah lebih banyak berada di kamar sampai akhirnya dibawa ke klinik hotel dan di situlah beliau menghembuskan napas terakhir,” katanya.

Sementara itu, Sangkala diketahui memiliki riwayat gangguan paru-paru sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Ihyadin menyebut kondisi kesehatan Sangkala sempat menjadi perhatian sejak perjalanan menuju Tanah Suci.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved