Warganet Pertanyakan Patung Kucing Orange di Bandara Sultan Hasanuddin, Abai Ikon Budaya Sulsel
Keberadaan Masha the Cat dinilai kurang merepresentasikan identitas dan budaya lokal Sulawesi Selatan
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Fascal menegaskan identitas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tetap tercermin melalui berbagai elemen yang merepresentasikan sejarah dan budaya Sulawesi Selatan.
Di antaranya terdapat Patung Sultan Hasanuddin di pintu masuk bandara serta sejumlah ornamen budaya lokal yang masih dipertahankan.
Ia menyebut ornamen Kapal Phinisi tetap menjadi bagian dari desain visual bandara sebagai salah satu warisan budaya khas Sulawesi Selatan.
“Kalau bicara soal ikon, sebenarnya sudah ada patung Sultan Hasanuddin, rumah adat, kapal Phinisi, sampai Masjid Kubah 99 dan lain-lain,” ujarnya.
Fascal juga menjelaskan keberadaan ornamen Masha The Cat merupakan program yang telah ada sejak masa manajemen sebelumnya.
“Sebenarnya itu era peninggalan GM sebelumnya,” tambahnya.
Namun saat ditanya apakah ornamen kucing tersebut akan tetap dipertahankan setelah muncul kritik dari masyarakat, Fascal belum memberikan jawaban.
Ia juga tidak merespons pertanyaan terkait anggaran pembuatan ornamen Masha The Cat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola bandara belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai evaluasi maupun biaya pengadaan maskot tersebut.
| Ellacare dan Pramuka Maros Kampanyekan Makan 2 Butir Telur Sehari Dorong Generasi Sehat Cerdas |
|
|---|
| Marjan Massere Jagokan Spanyol di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Pemain Andalan |
|
|---|
| Begal, Kota Besar, dan Masa Depan Keamanan Indonesia |
|
|---|
| 14 Kali Berturut-turut, Pemkab Maros Sabet Opini WTP dari BPK |
|
|---|
| BPK Temukan Masalah Dana BOSP di Dinas Pendidikan Maros, Ketua DPRD Sebut Ada Kelalaian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260604-Masha-The-Cat-di-Bandara-Internasional-Sultan.jpg)