Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hati-hati Melintas, Jalan Nasional Maros-Bone di Hutan Karaenta Amblas

Salah seorang pengguna jalan, Aidil, khawatir melihat kerusakan jalan Poros Maros-Bone di kawasan Hutan Karaenta

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
JALAN AMBLAS - Jalan Poros Maros-Bone di kawasan Hutan Karaenta, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, amblas. Kerusakan terjadi di sisi badan jalan menuju Kabupaten Bone, membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. 
Ringkasan Berita:
  • Pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas alan Poros Maros-Bone di kawasan Hutan Karaenta, Kecamatan Simbang
  • Salah seorang pengguna jalan, Aidil, mengaku khawatir saat melintasi lokasi tersebut
  • Menurutnya, kerusakan jalan cukup membahayakan terutama pada malam hari

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Jalan Poros Maros-Bone di kawasan Hutan Karaenta, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, amblas.

Kerusakan terjadi di sisi badan jalan menuju Kabupaten Bone, membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.

Pantauan di lokasi, sebuah papan pemberitahuan dipasang di sekitar titik jalan yang amblas.

Papan tersebut dipasang oleh kontraktor pelaksana, CV Bulue Struktur Madana.

Sejumlah warga juga terlihat membantu mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi.

Mereka bergantian mengingatkan pengendara agar memperlambat laju kendaraan.

Kondisi jalan yang rusak itu menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas di jalur Maros-Bone.

Salah seorang pengguna jalan, Aidil, mengaku khawatir saat melintasi lokasi tersebut.

Menurutnya, kerusakan jalan cukup membahayakan terutama pada malam hari.

“Kalau malam cukup rawan karena bagian jalan yang amblas tidak terlalu kelihatan dari jauh,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Ia berharap jalan tersebut segera diperbaiki agar kerusakan tidak semakin parah.

Sementara itu, PPK 3.1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, Irwan AR, mengatakan jalan tersebut amblas sejak Februari 2026 lalu.

Menurutnya, kerusakan dipicu tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut.

“Hujan ekstrem di wilayah tersebut sejak November sampai Februari,” katanya.

Ia menyebut panjang jalan yang amblas sekitar 10 meter.

Meski demikian, Irwan memastikan badan jalan saat ini masih aman dilalui kendaraan.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan tanah untuk menentukan desain penanganan yang tepat.

“Desainnya nanti tergantung dari hasil penyelidikan tanah,” jelasnya.

Irwan menambahkan perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam program penanganan tahun 2026.

"Besaran anggaran perbaikan masih menunggu hasil soil investigation dan desain teknis yang disusun perencana," sebutnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved