Hujan Ringan Masih Berlanjut di Maros, Suhu Mencapai 31 Derajat Celcius
Kondisi ini terjadi meski wilayah tersebut mulai memasuki masa peralihan musim atau pancaroba.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Abdul Azis Alimuddin
"Sudah perlu menyiapkan mitigasi menghadapi curah hujan rendah," katanya.
Imbau Warga Waspada Kebakaran
Kepala BPBD Maros Towadeng mengatakan pihaknya telah sosialisasi terkait potensi kemarau.
Ia menyebut suhu udara saat musim kemarau berpotensi mencapai 38 derajat Celcius.
Karena itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko kebakaran.
"Jangan membakar sampah atau lahan sembarangan," ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat memastikan kondisi rumah tetap aman saat ditinggalkan.
"Pastikan peralatan dapur dan listrik dimatikan untuk mencegah potensi kebakaran," katanya.
BPBD Maros juga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan.
Salah satunya dengan menyalurkan air bersih ke wilayah yang terdampak.
Sejumlah kecamatan diperkirakan akan terdampak cukup parah.
Di antaranya Kecamatan Bontoa, Lau, Marusu, dan Maros Baru.
Selain itu, dampak kekeringan juga berpotensi meluas ke wilayah lain.
"Bisa sampai delapan sampai sembilan kecamatan, termasuk Turikale, Tanralili, Simbang, dan sebagian Bantimurung," jelasnya.
Towadeng menyebut wilayah Bontoa menjadi salah satu daerah paling rentan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/HUJAN-RINGAN-MAROS.jpg)