Maros Mulai Masuk Musim Panas, BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering
BMKG memprediksi adanya potensi fenomena El Nino dengan intensitas lemah pada semester kedua tahun ini.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Maros mulai memasuki masa pancaroba atau peralihan musim.
Kemarau tahun ini diprediksi lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.
Perubahan cuaca sudah mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir.
Hujan masih kerap turun pada siang hingga sore hari.
Bahkan, hujan juga disertai guntur di sejumlah wilayah.
Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha, mengatakan kondisi ini merupakan ciri khas masa peralihan musim.
Ia menyatakan, musim kemarau di Maros diprediksi akan datang lebih awal pada tahun ini.
“Maros diperkirakan mulai masuk musim kemarau pada dasarian pertama bulan Mei,” ujarnya.
Menurutnya, jika dibandingkan tahun sebelumnya, awal musim kemarau tahun ini maju sekitar tiga dasarian.
Artinya, kemarau datang hampir satu bulan lebih cepat dari biasanya.
Rizky menjelaskan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Pada periode tersebut, cuaca diprediksi akan lebih panas dengan curah hujan yang menurun.
BMKG memprediksi adanya potensi fenomena El Nino dengan intensitas lemah pada semester kedua tahun ini.
Fenomena tersebut diperkirakan mulai terasa sejak Juli.
“Kalau El Nino, pengaruhnya biasanya mengurangi curah hujan,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/saluran-bendung-lekopancing-maros-kering.jpg)