Sulsel Waspada Kemarau Kering, BMKG Imbau Warga Hemat Air, Jangan Panik!
Warga diminta tetap tenang, tidak panik, namun mulai melakukan langkah antisipasi seperti menghemat penggunaan air.
TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Sulawesi Selatan untuk mewaspadai potensi kemarau kering 2026.
Warga diminta tetap tenang, tidak panik, namun mulai melakukan langkah antisipasi seperti menghemat penggunaan air.
Imbauan ini seiring ramainya istilah “Godzilla El Nino” di media sosial, memicu kekhawatiran publik terkait dampak cuaca ekstrem.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha Pahlawan, menyatakan istilah tersebut bukan merupakan terminologi resmi dalam klimatologi.
Menurutnya, istilah itu muncul dari analisis peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang melihat potensi terjadinya El Nino bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
“Kombinasi dua fenomena ini kemudian dinarasikan sebagai ‘Godzilla El Nino’. Namun secara ilmiah, istilah itu tidak ada. Yang ada kategori El Nino lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat,” ujarnya dalam program Ngobrol Virtual (Ngovi) Tribun Timur, Senin (6/4/2026).
Rizky menegaskan, masyarakat tidak perlu panik menyikapi istilah tersebut. Menyebut kondisi iklim tahun ini diprediksi masih dalam kategori El Nino lemah.
Rizky memprediksi peluang terjadinya El Nino 2026 berkisar 50 hingga 60 persen, terutama pada semester kedua, mulai Juli hingga Desember.
“Puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, bersamaan dengan puncak musim kemarau di Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Pada periode tersebut, curah hujan diprediksi menurun signifikan dan suhu udara berpotensi lebih panas dari kondisi normal.
Meski demikian, kondisi cuaca saat ini masih bersifat fluktuatif.
Ini disebabkan Sulawesi Selatan tengah memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
“Polanya biasanya pagi hingga siang panas, kemudian sore hingga malam berpotensi hujan dengan intensitas bervariasi,” ujarnya.
Rizky memprediksi suhu udara di Sulsel bisa mencapai 37 hingga 38 derajat Celsius.
Namun, kondisi panas ekstrem tersebut tidak berlangsung lama dan hanya terjadi dalam periode singkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KEMARAU-PANJANG-Kondisi-tanah-persawahan.jpg)