Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik

Tak Ada Antrean SPBU di Maros Usai Harga BBM Non Subsidi Naik

Di SPBU Batangase dan SPBU Ballu-ballu Kecamatan Mandai Terpantau harga Pertamax Turbo dijual Rp 19.850 per liter.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
HARGA BBM - Suasana di SPBU Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan, Minggus (19/4/2026) petang. sejumlah SPBU di Kabupaten Maros pun telah melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi. 

Salah seorang pengendara, Asri, mengaku cukup terkejut dengan lonjakan harga BBM non subsidi yang dinilai sangat tinggi dalam waktu singkat.

Baca juga: Alarm Kadin Sulsel! BBM Non Subsidi Naik, Biaya Usaha Membengkak, Daya Beli Terancam

Ia mengatakan, kenaikan harga tersebut membuatnya harus berpikir ulang dalam memilih jenis BBM yang digunakan sehari-hari.

“Naiknya jauh sekali, apalagi Pertamax Turbo. Selisihnya terasa sekali dibanding sebelumnya. Kalau seperti ini, saya kemungkinan besar beralih ke Pertalite saja supaya lebih hemat,” ujarnya.

Asri menambahkan, meski kualitas BBM non subsidi dinilai lebih baik untuk kendaraan, namun kondisi ekonomi saat ini membuatnya harus menyesuaikan pengeluaran.

“Kalau untuk jangka panjang memang bagus pakai BBM yang kualitasnya lebih tinggi, tapi sekarang kita harus realistis. Pengeluaran lain juga banyak, jadi harus pintar-pintar atur keuangan,” katanya.

Hal senada jug disampaikan pengendara lainnya Ishaq.

Ia menyebut kenaikan harga BBM ini cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat yang aktivitasnya sangat bergantung pada kendaraan.

Ia mengaku setiap hari menggunakan mobil untuk bekerja, sehingga kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada biaya operasionalnya.

“Kalau yang kerja pakai kendaraan tiap hari pasti terasa sekali. Pengeluaran otomatis bertambah, apalagi kalau jarak tempuhnya jauh,” jelasnya.

Menurut Ishaq, kondisi tersebut memaksanya untuk lebih menghemat penggunaan kendaraan atau mencari alternatif lain agar pengeluaran tidak semakin membengkak.

“Mau tidak mau harus atur ulang pengeluaran. Mungkin perjalanan yang tidak terlalu penting dikurangi, atau cari cara supaya lebih irit,” katanya.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved