Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kerajinan Ukir Bambu Diserbu di MTQ Sulsel, Pengrajin dari Malang Panen Pembeli

Pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini digelar di jalan Boulevard Kabupaten Maros.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
MTQ SULSEL - Produk kerajinan seni ukir berbahan bambu di pameran UMKM dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros diserbu pengunjung.Kerajinan tersebut menarik perhatian pengunjung karena keunikan motif serta kehalusan ukirannya, ditambah harga yang terjangkau. 

Rasul juga menawarkan ukiran nama secara custom kepada pembelinya tanpa biaya tambahan

"Prosesnya cukup lama, bambu dikeringkan sampai sebulan baru diproses,” ujarnya.

Namun, ia enggan menyebutkan omzet yang telah terkumpul dari hasil berjualan di MTQ Sulsel ini.

Meski demikian ia menyebutkan, pendapatannya telah menutupi uang sewa stand.

"Untuk event ini saya bawa ratusan pernak-pernik untuk dijual, semoga laku banyak," tutupnya.

Salah seorang pembeli, Najmi, mengaku tertarik karena harga yang lebih murah dibandingkan di toko oleh-oleh.

“Ini kerajinan dari bambu, bentuknya unik karena ada ukiran juga, terus harga murah Rp20 ribu. Saya pilih di sini karena lebih murah dibanding di toko oleh-oleh, kalau di sana bisa Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Di sini juga bisa ukir nama,” katanya.

Selain kerajinan bambu, pameran UMKM ini juga menghadirkan berbagai produk lain seperti pakaian dan kuliner dari pelaku usaha di berbagai daerah.

Tenant UMKM tersebut disiapkan oleh panitia MTQ sebagai upaya mendukung pelaku usaha dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kopumdag) Maros, Andi Syam Sophyan pihaknya menyiapkan sebanyak 150 tenant, terdiri dari 110 UMKM lokal dan 40 UMKM dari luar daerah.

Ia menyebut, pelaksanaan MTQ memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan omzet pelaku usaha.

“Banyak pelaku usaha melaporkan omzet naik dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa, bahkan ada yang mencapai empat sampai lima kali lipat pada puncak acara,” jelasnya.

Selain itu, ajang ini juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Mereka berkesempatan bertemu langsung dengan pengunjung dari berbagai daerah, sehingga memperluas jaringan pelanggan maupun mitra bisnis.

“Ini juga menjadi promosi gratis bagi produk unggulan daerah. Pelaku usaha bisa memperkenalkan produknya ke khalayak luas dan meningkatkan brand awareness,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved