Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kerajinan Ukir Bambu Diserbu di MTQ Sulsel, Pengrajin dari Malang Panen Pembeli

Pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini digelar di jalan Boulevard Kabupaten Maros.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
MTQ SULSEL - Produk kerajinan seni ukir berbahan bambu di pameran UMKM dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros diserbu pengunjung.Kerajinan tersebut menarik perhatian pengunjung karena keunikan motif serta kehalusan ukirannya, ditambah harga yang terjangkau. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Produk kerajinan seni ukir berbahan bambu di pameran UMKM dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros diserbu pengunjung.

Kerajinan tersebut menarik perhatian pengunjung karena keunikan motif serta kehalusan ukirannya, ditambah harga yang terjangkau.

Pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini digelar di jalan Boulevard Kabupaten Maros.

Pameran UMKM dibuka sejak tanggal 10 hingga 18 April mendatang.

Para pelaku UMKM membuka stand dan dan menjajakan dagangan mereka hingga tengah malam.

Pengrajin bambu, Rasul, mengaku telah menekuni usaha tersebut selama puluhan tahun dan datang dari luar Pulau Sulawesi untuk berjualan di Maros.

Ia memboyong serta istrinya dari Kota Batu, Malang, Jawa Timur untuk mencari rezeki pada event dua tahunan ini.

Antusiasme pungunjung pun dinilainya cukup tinggi untuk membeli seni kerajinan bambu ini.

"Kalau malam biasanya pembeli antre, biasanya saya berdua dengan istri," bebernya, Kamis (16/4/2026).

Rasul menjajakan sejumlah pernak pernik yang terbuat dari bambu, mulai dari gelang, hiasan dinding, asbak dan masih banyak lagi.

Harganya pun sangat terjangkau mulai dari Rp5 ribu sampai Ep100 ribu tergantung dari tingkat kesulitan pembuatannya.

“Sudah 40 tahun jual seperti ini, namanya seni ukir bambu. Harga paling murah Rp5 ribu sampai Rp100 ribu," ucapnya.

Ia menyebutkan pembuatan seni ukir bambu memakan waktu yang cukup lama.

Proses pembuatan kerajinan dimulai dari pengeringan bambu hingga sebulan lamanya.

Kemudian diukir menggunakan kawat yang dipanaskan dengan aliran listrik.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved