ASN WFH
ASN Maros Ramai-ramai Soroti WFA Tiap Jumat: Rawan Jadi Libur Tambahan, Usul Pindah ke Rabu
Ia menilai, jika diterapkan pada hari Jumat, kebijakan tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai long weekend sejumlah ASN.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menuai beragam tanggapan.
Kebijakan WFA rencananya mulai diterapkan pekan depan dengan skema satu hari dalam sepekan, yakni setiap hari Jumat.
Hal itu sudah diputuskan Bupati Maros, Chaidir Syam.
Salah satu ASN Maros, Mahmud, mengaku setuju dengan penerapan kebijakan tersebut.
Namun, ia menilai pemilihan hari pelaksanaan perlu dikaji ulang.
“Setuju, tapi harusnya jangan di hari Jumat. Sebaiknya di hari Rabu,” ujarnya.
Ia menilai, jika diterapkan pada hari Jumat, kebijakan tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai long weekend sejumlah ASN.
“Alangkah lebih baik jika di hari rabu, karena dintengah-tengah dan tidak mungkin dimanfaatkan sebagai long weekend,” katanya.
Ia juga menilai kondisi tersebut berpotensi membuat sebagian ASN memilih bepergian ke luar daerah yang pada akhirnya bisa berdampak pada pemborosan.
“Banyak juga yang bisa saja ke luar daerah. Ujung-ujungnya jadi bukannya hemat malah boncos,” tambahnya.
Hal senada disampaikan ASN lainnya, Taufik.
Ia menilai kebijakan WFA tetap perlu diawasi secara ketat agar tidak disalahgunakan.
“Pada dasarnya kebijakan ini bagus untuk fleksibilitas kerja. Tapi pengawasannya harus jelas supaya tidak disalahgunakan,” ujarnya.
Taufik juga menekankan pentingnya sistem pelaporan kinerja yang terukur selama WFA berlangsung.
“Kalau kinerja tetap terukur dan ada laporan jelas, tentu WFA bisa berjalan efektif. Jangan sampai hanya dianggap hari libur tambahan,” tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/WFA-MAROS-Suasana-Apel-di-Lapangan-Pallantikang-ka.jpg)