Tak Ada Antrean Panjang, Pengisian BBM di Maros Terpantau Lancar. di Momen Arus Balik Lebaran
Kondisi ini terlihat di beberapa SPBU seperti di kawasan Buttatoa dan Patung Kuda, Kecamatan Turikale, hingga SPBU Pattunuang.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Suasana di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Maros terpantau lengang dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan di lapangan menunjukkan tidak adanya antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, saat melakukan pengisian bahan bakar.
Kondisi ini terlihat di beberapa SPBU seperti di kawasan Buttatoa dan Patung Kuda, Kecamatan Turikale, hingga SPBU Pattunuang di Kecamatan Simbang dan SPBU Ballu-ballu di Kecamatan Mandai.
Di lokasi tersebut, aktivitas pengisian BBM berjalan normal tanpa adanya kepadatan signifikan.
Kendaraan yang datang silih berganti langsung menuju dispenser tanpa harus menunggu lama.
Mayoritas antrean justru didominasi oleh kendaraan roda dua yang mengisi bahan bakar jenis pertalite.
Baca juga: Antrean BBM Terjadi di Palopo Imbas Lonjakan Mobilitas Arus Balik Mudik Lebaran
Namun demikian, jumlahnya pun tidak terlalu banyak sehingga tidak menimbulkan antrean panjang.
Salah satu pengendara motor, Hartini, mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan pertalite di wilayah Maros.
Ia mengatakan hampir seluruh SPBU yang ia kunjungi masih memiliki stok yang tersedia.
“Antreannya pun masih aman-aman saja, paling hanya lima menit sudah dapat giliran,” katanya, Rabu (25/3/2026).
Ia mengaku biasanya mengisi bahan bakar hingga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan.
“Biasanya saya isi full sekitar Rp52 ribu, sekarang memang selalu diusahakan penuh takut nanti langka,” jelasnya.
Hartini juga membandingkan harga pertalite di SPBU dengan yang dijual secara eceran.
Menurutnya, harga di tingkat pengecer bisa jauh lebih mahal dibandingkan harga resmi dari Pertamina.
“Kalau beli di eceran bisa sampai Rp12 ribu sampai Rp13 ribu per liter, jadi lebih baik langsung di SPBU,” tambahnya.
| Rekayasa Lalu Lintas dan Dampak Ekonomi Lokal pada Pembukaan MTQ Sulsel di Maros 2026 |
|
|---|
| Kodim 1422 Maros: 38 KMP Sudah Terbangun, Target 57 Unit Agustus |
|
|---|
| 1.838 ASN Maros Kerja dari Rumah Tiap Jumat, Guru-Nakes Normal |
|
|---|
| WFH di Makassar, Antrean SPBU Ratulangi Normal |
|
|---|
| WFH ASN di Bone Tak Pengaruhi Antrean di SPBU Watangpone, Beda di Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260325-SPBU-di-Maros.jpg)