Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BBM Langka

Antrean BBM Terjadi di Palopo Imbas Lonjakan Mobilitas Arus Balik Mudik Lebaran

Meski demikian, antrean kendaraan masih terpantau terkendali dan tidak meluas hingga ke badan jalan.

Penulis: Andi Bunayya Nandini | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Andi Bunayya Nandini
ANTREAN BBM - Suasana pengisian BBM di SPBU 74 919 76 Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Rabu (25/3/2026). Pasca lebaran, antrean kendaraan terpantau aman, namun sejumlah jeriken besar berwarna biru terlihat di sudut-sudut tertentu area SPBU. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Pasca perayaan Lebaran, antrean panjang mulai terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. 

Meski demikian, antrean kendaraan masih terpantau terkendali dan tidak meluas hingga ke badan jalan.

Seperti yang terlihat di SPBU 74 919 76 Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, pada Rabu (25/3/2026), sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengantre untuk mengisi bahan bakar. 

Antrean berlangsung tertib tanpa menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi.

Tidak terlihat pengendara yang mengisi bahan bakar menggunakan jeriken di SPBU yang berada di Jalan Poros Palopo–Masamba tersebut. 

Baca juga: Antrean BBM di Bone Kian Lama, Warga Rela Tunggu 1 Jam Demi Isi Pertalite

Namun, di sekitar area SPBU tampak beberapa jeriken berukuran besar berwarna biru yang diletakkan di sudut-sudut tertentu.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab antrean pasca Lebaran tersebut. 

Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan arus balik mudik serta meningkatnya mobilitas masyarakat setelah masa libur panjang.

Salah seorang pengisi BBM, Fitri, mengaku sengaja mengisi bahan bakar jenis pertalite untuk persiapan aktivitas ke depan. 

“Saya memang sengaja isi pertalite supaya nanti kalau sudah masuk sekolah tidak perlu lagi mengisi BBM,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com di sekitar SPBU Salobulo. 

“Tadi antrean motor tidak terlalu panjang, jadi masih nyaman,” lanjutnya. 

Ia menilai kondisi tersebut masih tergolong normal meski terjadi peningkatan antrean. 

“Alhamdulillah lancar dan tidak terlalu lama ji tadi mengisi,” katanya sembari tersenyum.
Fitri berharap ketersediaan BBM tetap aman ke depannya. 

“Semoga stok BBM tetap terjaga supaya tidak susah lagi mendapatkan pertalite. Karena kalau susah atau panjang antrean, kita terpaksa beli di pengecer dan harganya lebih mahal” tuturnya.

Sementara itu, pengisi BBM lainnya, Khairul, mengatakan dirinya mengisi penuh bahan bakar untuk perjalanan liburan. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved