Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jelang Mudik Lebaran, Dishub Maros Temukan Seatbelt dan Pintu Darurat Bermasalah di 12 Bus

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelanggaran terkait kelengkapan keselamatan kendaraan

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
PEMERIKSAAN BUS - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maros memeriksa 12 unit bus angkutan penumpang menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kamis (12/3/2025) malam. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelanggaran terkait kelengkapan keselamatan kendaraan. 

Ringkasan Berita:
  • Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelanggaran terkait kelengkapan keselamatan kendaraan
  • Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Maros, Harda Mustika, mengatakan beberapa bus kedapatan tidak memenuhi standar keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang
  • Salah satu pelanggaran yang ditemukan adalah tidak tersedianya sabuk pengaman atau seatbelt bagi pengemudi pada beberapa bus

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maros memeriksa 12 unit bus angkutan penumpang menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelanggaran terkait kelengkapan keselamatan kendaraan.

Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Maros, Harda Mustika, mengatakan beberapa bus kedapatan tidak memenuhi standar keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan beberapa pelanggaran yang berkaitan dengan kelengkapan keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang,” katanya, Jumat (13/3/2026).

Salah satu pelanggaran yang ditemukan adalah tidak tersedianya sabuk pengaman atau seatbelt bagi pengemudi pada beberapa bus.

Selain itu, ada pula bus yang tidak menyediakan seatbelt bagi penumpang.

"Padahal, perlengkapan itu  penting dari standar keselamatan transportasi umum," bebernya.

Petugas juga menemukan masalah pada pintu darurat di sejumlah bus.

Beberapa pintu darurat tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

“Ada pintu darurat yang tertutup oleh kursi tambahan maupun barang bawaan penumpang,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membahayakan jika terjadi keadaan darurat selama perjalanan.

"Karena itu, kami meminta operator bus segera memperbaiki kekurangan tersebut," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Maros, Abbas Maskur, mengatakan pengawasan terhadap angkutan umum perlu ditingkatkan, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

Menurutnya, masih ada kendaraan angkutan umum yang belum memenuhi persyaratan keselamatan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved