Jelang Mudik Lebaran, Dishub Maros Temukan Seatbelt dan Pintu Darurat Bermasalah di 12 Bus
Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelanggaran terkait kelengkapan keselamatan kendaraan
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelanggaran terkait kelengkapan keselamatan kendaraan
- Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Maros, Harda Mustika, mengatakan beberapa bus kedapatan tidak memenuhi standar keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang
- Salah satu pelanggaran yang ditemukan adalah tidak tersedianya sabuk pengaman atau seatbelt bagi pengemudi pada beberapa bus
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maros memeriksa 12 unit bus angkutan penumpang menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah pelanggaran terkait kelengkapan keselamatan kendaraan.
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Maros, Harda Mustika, mengatakan beberapa bus kedapatan tidak memenuhi standar keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang.
“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan beberapa pelanggaran yang berkaitan dengan kelengkapan keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang,” katanya, Jumat (13/3/2026).
Salah satu pelanggaran yang ditemukan adalah tidak tersedianya sabuk pengaman atau seatbelt bagi pengemudi pada beberapa bus.
Selain itu, ada pula bus yang tidak menyediakan seatbelt bagi penumpang.
"Padahal, perlengkapan itu penting dari standar keselamatan transportasi umum," bebernya.
Petugas juga menemukan masalah pada pintu darurat di sejumlah bus.
Beberapa pintu darurat tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
“Ada pintu darurat yang tertutup oleh kursi tambahan maupun barang bawaan penumpang,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membahayakan jika terjadi keadaan darurat selama perjalanan.
"Karena itu, kami meminta operator bus segera memperbaiki kekurangan tersebut," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Maros, Abbas Maskur, mengatakan pengawasan terhadap angkutan umum perlu ditingkatkan, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
Menurutnya, masih ada kendaraan angkutan umum yang belum memenuhi persyaratan keselamatan.
| Begal, Kota Besar, dan Masa Depan Keamanan Indonesia |
|
|---|
| 14 Kali Berturut-turut, Pemkab Maros Sabet Opini WTP dari BPK |
|
|---|
| BPK Temukan Masalah Dana BOSP di Dinas Pendidikan Maros, Ketua DPRD Sebut Ada Kelalaian |
|
|---|
| Pemkab Maros Pertahankan Opini WTP ke-14 Berturut-turut |
|
|---|
| 10 Ribu Pengunjung Berlibur di Grand Waterboom Maros Sepekan, Tiket Mulai Rp20 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260313-Dishub-Kabupaten-Maros.jpg)