Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Murid Keracunan

Buka Puasa Berujung Keracunan Massal di SMPN 3 Camba Maros, 35 Murid Dilarikan ke Rumah Sakit

Direktur RSUD Camba, Sri Syamsinar Rachmah, mengatakan para pasien mulai berdatangan ke rumah sakit pada 12 Maret 2026.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
Istimewa
MURID KERACUNAN  - Suasana ruang perawatan RSUD Camba Maros. Sebanyak 35 murid di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, mengalami dugaan keracunan setelah mengikuti kegiatan buka puasa bersama di SMP Negeri 3 Camba. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Sebanyak 35 murid di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, mengalami dugaan keracunan setelah mengikuti kegiatan buka puasa bersama di SMP Negeri 3 Camba.

Korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Camba dengan berbagai keluhan kesehatan.

Direktur RSUD Camba, Sri Syamsinar Rachmah, mengatakan para pasien mulai berdatangan ke rumah sakit pada 12 Maret 2026.

“Total ada 35 orang. Lima orang rawat jalan, 24 orang dirawat inap, dan enam orang masih berada di IGD,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan rata-rata pasien datang dengan keluhan demam, nyeri perut, diare, dan lemas.

Menurutnya, waktu kedatangan pasien juga berbeda-beda.

“Ada yang masuk sekitar pukul 14.00, pukul 15.00, ada juga yang datang pukul 18.00 hingga 20.00,” katanya.

Baca juga: 74 Siswa Dua Sekolah di Pangkep Diduga Keracunan MBG, 27 Masih Dirawat

Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Penyebabnya harus dipastikan melalui pemeriksaan sampel makanan,” jelasnya.

Sri Syamsinar menambahkan, kondisi pasien yang masih menjalani perawatan mulai berangsur membaik.

Namun sebagian pasien masih mengeluhkan nyeri perut dan demam.

Sementara itu, Camat Camba Kemal Wahyudi mengatakan kejadian tersebut diduga berkaitan dengan kegiatan buka puasa bersama di SMP Negeri 3 Camba.

Ia mengaku sempat diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Namun ia tidak sempat hadir karena memiliki agenda lain.

Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama itu dihadiri oleh sejumlah pihak.

Di antaranya Kapolsek Camba, perwakilan pemerintah kecamatan, serta para siswa.

“Keesokan harinya baru ada yang mulai sakit. Belum diketahui apakah benar keracunan atau bagaimana, kita masih menunggu hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Kemal menyebutkan sampel makanan telah dikirim ke Dinas Kesehatan untuk diteliti guna memastikan penyebab kejadian tersebut.

Saat ini sebagian korban dirawat di RSUD Camba.

Sementara sebelumnya beberapa pasien sempat ditangani di Puskesmas Camba.

“Karena kamar di puskesmas sudah penuh, pasien yang masuk kemudian diarahkan ke RSUD Camba. Mudah-mudahan semuanya segera pulih,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved