Breaking News
Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

74 Siswa Dua Sekolah di Pangkep Diduga Keracunan MBG, 27 Masih Dirawat

Sekretaris Dinas Kesehatan Pangkep, Mansyur, membenarkan adanya laporan tersebut. 

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
KERACUNAN MAKANAN - Sekretaris Dinas Kesehatan Pangkep, Mansyur di Kantor Dinas Kesehatan jalan Mawar, Kecamatan Pangkajene, Pangkep, Selasa (9/12/2025. Sebanyak 74 sisa di Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan diduga keracunan menu Makan bergizi gratis (MBG), Senin (8/11/2025). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKEP – Sebanyak 74 sisa di Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan diduga keracunan menu Makan bergizi gratis (MBG), Senin (8/11/2025).

Siswa dari dua sekolah mengalami gejala mual, sakit perut hingga muntah usai mengonsumsi makanan yang disalurkan oleh SPPG 02 Labakkang. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Pangkep, Mansyur, membenarkan adanya laporan tersebut. 

Ia mengatakan dua sekolah yang terdampak yakni SMA Negeri 13 Labakkang dan SD Kassiloe.

“Ada dua sekolah yang masuk laporan ke kami dengan jumlah total 74 orang yang terdampak. Semuanya diduga berasal dari makanan SPPG 02 Labakkang,” katanya di kantor Dinas Kesehatan Pangkep, Selasa (9/12/2025).

Ia menjelaskan saat malam kejadian sebanyak 27 siswa harus mendapatkan perawatan intensif di empat fasilitas kesehatan, yaitu Puskesmas Labakkang, Puskesmas Taraweang, Semen Tonasa Medical Center, dan RSUD Batara Siang.

Hingga hari ini pukul 14.00 Wita, masih ada 17 siswa yang dirawat.

“Rinciannya, di Puskesmas Labakkang masih ada 13 orang, Semen Tonasa Medical Center 2 orang, dan Puskesmas Taraweang 2 orang,” bebernya..

Ia menyebut para siswa mulai merasakan gejala sekitar pukul 16.00 Wita. 

Puncaknya terjadi setelah Magrib ketika laporan masuk secara terus-menerus dengan gejala serupa.

“Keluhannya hampir sama semua. Mual, sakit perut sampai muntah,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Pangkep langsung mengambil langkah cepat pada malam yang sama.

“Sekitar pukul 20.00 Wita, tim Dinas Kesehatan sudah menyebar. Tim surveillance dan Puskesmas Taraweang turun ke sekolah, sementara tim kesehatan lingkungan kami menuju SPPG 02 Labakkang untuk memantau kondisi dan mengambil sampel makanan,” ungkapnya.

Sampel lauk berupa ayam woku telah diamankan untuk diuji.

“Kita sudah ambil lauknya, tapi hasil pemeriksaan belum ada. Hasil laboratorium itu keluar paling cepat 24 jam setelah pengambilan sampel,” jelas Mansyur.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved