Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Duplikasi Jembatan Maros 1 Butuh Anggaran Rp 54,6 Miliar

Duplikasi Jembatan Maros 1 di Jalan Poros Maros-Pangkep , Sulsel direncanakan untuk mengatasi kemacetan akibat penyempitan ruas jalan.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com
JEMBATAN MAROS - Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, Indra Cahya Kusuma, ditemui usai rapat pembahasan proyek duplikasi Jembatan Maros di depan Lobby Utama Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (9/3/2026). Proyek duplikasi jembatan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 54,6 miliar. 

Ringkasan Berita:
  • Duplikasi Jembatan Maros 1 di Jalan Poros Maros-Pangkep, Sulsel direncanakan untuk mengatasi kemacetan akibat penyempitan ruas jalan. 
  • Proyek ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 54,6 miliar dengan masa pengerjaan 15 bulan. 
  • Saat ini proses pembebasan lahan masih berlangsung dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Duplikasi Jembatan Maros 1 di Jalan Poros Maros-Pangkep, Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) segera dimulai.

Jembatan tersebut kerap menjadi sumber kemacetan karena terjadi penyempitan ruas jalan.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, Indra Cahya Kusuma, mengatakan duplikasi jembatan diperlukan karena kondisi ruas jalan tidak sebanding dengan lebar jembatan.

"Jembatan sekarang masih dua lajur dua arah, sedangkan jalan sudah empat lajur dua arah," kata Indra Cahya Kusuma saat ditemui di depan tangga Lobby Utama Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Makassar, Maros, hingga Pangkep.

"Itu kan Jalan Sudirman, jalan strategis poros Makassar, Maros, Pangkep. Jadi ada bottleneck sehingga dibutuhkan duplikasi Jembatan Maros," jelasnya.

Jika proyek terealisasi, nantinya akan terdapat dua jembatan yang berdampingan dengan masing-masing dua lajur di setiap arah.

Dengan demikian, kapasitas jembatan dapat menyesuaikan dengan lebar jalan poros utama.

Saat ini, proyek tersebut masih membutuhkan proses pembebasan lahan.

Anggaran pembebasan lahan diharapkan berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang kemudian disalurkan ke pemerintah kabupaten.

"Kami mohon ke Pak Gubernur karena dana pembebasan lahan untuk jembatan duplikasi Maros menggunakan bantuan provinsi yang diserahkan ke kabupaten," ujarnya.

Pembangunan duplikasi Jembatan Maros diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 54,6 miliar.

Proyek tersebut direncanakan dikerjakan secara multiyears selama sekitar 15 bulan.

"Dibutuhkan duplikasi Jembatan Maros sekitar Rp 54,6 miliar, sementara tahun ini tersedia Rp 10 miliar," tambahnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved