Polemik Jalan Pesantren Darul Istiqamah Memanas, Warga Demo, Pernikahan Cucu Kiai Terancam Ditunda
Sejumlah warga yang merasa dirugikan akhirnya menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu masuk pesantren.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Polemik penutupan akses Jalan Pesantren Darul Istiqamah, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus berlanjut hingga Jumat (3/4/2026) petang.
Persoalan ini berdampak langsung pada persiapan resepsi pernikahan cucu Kiai Arif Marzuki dan putri Sekda Maros yang dijadwalkan pada 5 April 2026 mendatang.
Sejumlah warga yang merasa dirugikan akhirnya menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu masuk pesantren.
Di tengah guyuran hujan, massa tampak memasang spanduk berisi tuntutan.
Mereka secara bergantian menyampaikan aspirasi di depan pos penjagaan.
Tak hanya itu, satu unit truk pengangkut kerikil juga terlihat terpalang di jalan karena tidak diizinkan melintas oleh pihak keamanan pesantren.
Aksi tersebut menjadi bentuk protes warga yang menilai persoalan penutupan akses jalan ini telah berlarut-larut tanpa penyelesaian yang jelas.
Ketua panitia pernikahan sekaligus koordinator aksi, Muinul Haq, mengungkapkan pihaknya telah mengantongi berbagai izin sebelum pelaksanaan acara.
“Kami sudah mengurus izin ke kepolisian, izin keramaian, hingga ke otoritas pesantren. Tapi vendor-vendor yang kami siapkan tetap dilarang masuk tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.
Ia menyebut, sejak sehari sebelumnya, seluruh vendor yang akan mempersiapkan kebutuhan acara pernikahan tidak diperkenankan melintas.
Padahal, menurutnya, konsep acara telah disesuaikan dengan nilai-nilai pesantren.
“Acara ini sangat syar’i, tidak ada musik atau hal yang bertentangan dengan prinsip mereka. Tapi tetap saja jalan ini dijadikan alat dalam konflik internal,” katanya saat ditemui di lokasi aksi.
Muinul menegaskan aksi yang dilakukan warga merupakan aksi damai sebagai bentuk kekecewaan atas pembatasan akses yang telah berlangsung lama.
Ia juga meminta aparat kepolisian untuk mengambil alih kontrol akses jalan tersebut.
“Kami meminta pihak berwenang, khususnya kepolisian, untuk mengambil alih akses jalan utama ini karena statusnya adalah jalan umum,” tegasnya.
| Bedah Buku Chaidir Syam di Gramedia, Kisahkan Inovasi dan Perjalanan Bangun Maros |
|
|---|
| Nenek Jumaria, Persiapkan Perjalanan Hajinya Selama 20 Tahun |
|
|---|
| Daftar Tunggu Haji Maros Capai 12.469 Orang, Waktu Tunggu Capai 30 Tahun |
|
|---|
| Harga Kedelai di Maros Naik, Produsen Tahu Tempe Tak Berani Naikkan Harga |
|
|---|
| Pakai Dana Pribadi, Dedy Aryan Ngaku Pasang 128 Lampu Jalan di Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Polemik-penutupan-akses-Jalan-Pesantren-Darul-Istiqamah-Kabupaten-Maros.jpg)