Daftar 14 SPPG di Maros Dihentikan Sementara, Terjerat 2 Masalah
Sekretaris Daerah Maros, Andi Davied Syamsuddin, menegaskan penghentian ini merupakan bagian dari pembenahan sistem layanan gizi.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan bermasalah.
Sebanyak 14 SPPG terpaksa dihentikan sementara.
Penyebabnya, belum memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sekretaris Daerah Maros, Andi Davied Syamsuddin, menegaskan penghentian ini merupakan bagian dari pembenahan sistem layanan gizi.
“SPPG yang tidak memenuhi standar diberlakukan pemberhentian sementara sampai dilakukan pembenahan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Terkendala SLHS dan IPAL
Dua masalah utama ditemukan.
Yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Kedua aspek ini menjadi syarat wajib operasional.
Tanpa itu, SPPG dinilai belum layak melayani masyarakat.
Langkah penutupan dilakukan untuk memastikan layanan gizi tetap aman dan sesuai standar.
Penutupan bertahap sejak Maret.
Penghentian tidak dilakukan sekaligus.
Melainkan bertahap sejak awal Maret 2026.
*4 Maret 2026
| Penyebab 14 SPPG Maros Ditutup Sementara, 42.000 Siswa Tak Lagi Dapat Jatah Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
| 184 Rumah Warga di 6 Kecamatan Dibuka untuk Peserta MTQ Sulsel di Maros |
|
|---|
| Ribuan SPPG Disetop Sementara, LPH Ingatkan Pentingnya Jaminan Produk Halal |
|
|---|
| Dampak Kenaikan Tiket Belum Terlihat, 30 Ribu Penumpang Padati Bandara Sultan Hasanuddin Hari Ini |
|
|---|
| Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Warga Pertimbangkan Beralih ke Kapal Laut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/MBG-MAROS-Deputi-Bidang-Usaha-Mikro-Kementerian-UMKM-Riza-Damanik-v.jpg)