6 SPPG di Maros Masih Urus Sertifikat Laik Higiene
Enam SPPG di Maros, Sulsel belum punya sertifikat laik higiene meski sudah beroperasi.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Sebanyak enam dari 38 SPPG di Kabupaten Maros, Sulsel belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi meski telah beroperasi.
- Dinas Kesehatan memberi waktu satu bulan untuk melengkapi persyaratan. Proses pengurusan sertifikat gratis dan memakan waktu sekitar satu minggu jika dokumen lengkap.
- Pemkab Maros memastikan pengawasan kualitas makanan tetap berjalan.
TRIBUN-TIMUR.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mencatat 38 SPPG yang aktif beroperasi.
Dari jumlah tersebut, 32 unit telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus, mengatakan enam SPPG lainnya masih dalam proses pengurusan sertifikat.
“Yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene-nya itu 32. Jadi tinggal 6 yang sementara proses pengurusan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan setiap SPPG wajib memiliki SLHS sebagai jaminan keamanan pangan bagi masyarakat.
Pengelola diminta segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi dan teknis sebelum sertifikat diterbitkan.
Adapun syarat yang harus dipenuhi antara lain:
-Memiliki perizinan berusaha jasa pangan
-Hasil self assessment inspeksi kesehatan lingkungan
-Sertifikat kursus keamanan pangan bagi penanggung jawab
Karyawan atau penjamah pangan juga wajib mengikuti pelatihan keamanan pangan dan memiliki surat keterangan sehat dari fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain itu, SPPG harus memiliki hasil inspeksi kesehatan lingkungan dari Dinas Kesehatan atau Puskesmas, hasil uji laboratorium sampel pangan dan air minum, serta surat penetapan kepala SPPG.
Yunus menjelaskan proses penerbitan sertifikat memakan waktu sekitar satu minggu jika seluruh syarat telah lengkap.
“Gratis, tidak ada pungutan biaya,” tegasnya.
Ia menambahkan, enam SPPG yang belum bersertifikat umumnya merupakan pelaku usaha baru dan masih melengkapi dokumen administrasi.
| Sangkala Tak Tahu Istrinya Meninggal di Maros Hingga Ia Wafat Saat Menunaikan Ibadah Haji |
|
|---|
| Bukan Amerika Serikat, Negara Ini Jadi Tujuan Ekspor Terbesar Sulsel |
|
|---|
| Daftar 13 Petahana Kembali Terpilih Jadi Ketua PKB di Sulsel, 9 Kehilangan Jabatan |
|
|---|
| Lansia di Soppeng Diduga Hilang Terseret Arus Sungai Saat Hendak ke Kebun, 2 Regu SAR Diturunkan |
|
|---|
| IPIM Sulsel Himpun Tokoh Nasional Bahas Masa Depan Peran Masjid |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-5-maret-sppg-maros.jpg)