Lansia di Soppeng Diduga Hilang Terseret Arus Sungai Saat Hendak ke Kebun, 2 Regu SAR Diturunkan
Operasi pencarian melibatkan personel SAR gabungan dari unsur Basarnas, BPBD, TNI, Polri, pemerintah setempat, keluarga korban, dan masyarakat.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, SOPPENG - Seorang lelaki lanjut usia (lansia) Hatta Dg. Manessa (71) hilang terseret arus sungai di Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Informasi yang dihimpun Tribun-Timur.com, korban dilaporkan hilang pada Jumat (12/6/2026) pukul 17.30 WITA.
Menurut keterangan saksi, Akbar korban hendak menuju kebunnya, tidak jauh dari kediaman korban.
"Korban mengenakan baju cokelat lengan panjang meninggalkan rumah untuk pergi ke kebun dengan menyeberangi sungai," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Minggu (14/6/2026).
"Namun, hingga waktu yang tidak ditentukan, korban tidak kunjung kembali ke rumah," paparnya.
Tak lama, pihak keluarga berupaya mencari keberadaan korban.
"Dugaan sementara, korban terbawa arus sungai saat menyeberang menuju lokasi kebun," bebernya.
Pihak keluarga bersama masyarakat setempat telah melakukan pencarian di sekitar lokasi sungai dan area yang biasa dilalui korban.
“Keluarga dan warga sudah melakukan penyisiran di sekitar sungai dan jalur menuju kebun, tetapi korban belum ditemukan,” kata Akbar.
Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Wisatawan Tewas Tenggelam di Tebing Apparalang, Tak Ada Alat Penyelamat
Sementara itu, Tim SAR Gabungan menerjukan sejumlah personel mencari korban.
Operasi pencarian dipimpin Komandan Pos SAR Bone, Masrur.
Dalam pelaksanaannya, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) demi memperluas area pencarian.
"SRU 1 melakukan penyisiran darat (infantri) ke arah utara menuju hilir irigasi dari jalur yang diduga dilalui korban," jelas Masrur, terpisah.
"Tim menyisir sepanjang kurang lebih 5 kilometer guna mencari tanda-tanda keberadaan korban di sekitar aliran air dan area sekitarnya," sambungnya.
Sementara itu, SRU 2 melaksanakan penyisiran di area kebun serta lokasi-lokasi yang dicurigai menjadi titik keberadaan korban.
"Pencarian dilakukan dengan radius sekitar 3 kilometer dari titik yang diperkirakan terakhir dilalui korban," bebernya.
Operasi pencarian melibatkan personel SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPBD, TNI, Polri, pemerintah setempat, keluarga korban, dan masyarakat.(*)
| IPIM Sulsel Himpun Tokoh Nasional Bahas Masa Depan Peran Masjid |
|
|---|
| Inilah Penyebab Ketua PKB Bone dan Bulukumba Belum Ditetapkan |
|
|---|
| Transaksi Ekspor Sulsel Naik saat Rupiah Melemah, Capai 121 Juta USD pada April 2026 |
|
|---|
| Pecinta Motor Sport Honda Merapat, Ada Diskon DP Rp2 Juta dan Gratis Angsuran 3 Kali |
|
|---|
| Hari Donor Darah Sedunia, Pengunjung CFD dan Pengemudi Ojol Ramai-Ramai Donor Darah di CPI Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260614-Orang-Tenggelam-di-Wajo.jpg)