Bukan Amerika Serikat, Negara Ini Jadi Tujuan Ekspor Terbesar Sulsel
Nilai ekspor ke Negeri Sakura mencapai 271,63 juta dolar AS, jauh melampaui negara-negara tujuan lainnya, termasuk Amerika Serikat.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
Ringkasan Berita:
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jepang masih menjadi pasar ekspor terbesar Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang Januari hingga April 2026.
Nilai ekspor ke Negeri Sakura mencapai 271,63 juta dolar AS, jauh melampaui negara-negara tujuan lainnya, termasuk Amerika Serikat.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Kirana Annisha Halim mengatakan dominasi Jepang ditopang tingginya permintaan terhadap komoditas nikel.
"Itu karena nikel. Jadi nikel dan produk perikanan kita banyak ke Jepang," ujar Kirana, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, nikel masih menjadi tulang punggung perdagangan luar negeri Sulsel.
"Nikel memberi kontribusi 60 sampai 70 persen. Kalau nikel menurun pasti dampaknya berpengaruh ke nilai ekspor Sulsel," kata Kirana.
Posisi kedua ditempati Tiongkok dengan nilai ekspor mencapai 123,94 juta dolar AS.
Sementara Taiwan menempati urutan ketiga dengan nilai ekspor 12,04 juta dolar AS.
Amerika Serikat justru berada di posisi keempat dengan nilai ekspor 10,87 juta dolar AS, meski saat ini penguatan dolar memberikan keuntungan tersendiri bagi eksportir Indonesia.
Lima besar tujuan ekspor Sulsel juga diisi Vietnam dengan nilai 6,38 juta dolar AS.
Baca juga: Transaksi Ekspor Sulsel Naik saat Rupiah Melemah, Capai 121 Juta USD pada April 2026
Negara-negara kawasan Afrika dan Timur Tengah masih belum menembus daftar 10 negara tujuan ekspor.
Padahal pasar di dua negara tersebut cukup besar.
Meningkatnya ekskalasi di sekitar Selat Hormuz jadi pertimbangan para eksportir.
"Sulsel juga menyasar Afrika, negara-negara pasar baru ya. Ke Timur Tengah juga. Cuma untuk ke sana itu kita masih melihat apakah itu masih dalam keadaan sekarang ya (konflik), biaya logistik pengiriman pasti berdampak," jelas Kirana.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel, Asrul Sani mengatakan kebijakan ekspor harus bertransformasi agar bisa bersaing di pasar global.
Selama ini, ekspor di Sulsel masih bergantung pada material mentah. Padahal ketika menjadi produk olahan memiliki nilai tambah ekonomi.(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Faqih Imtiyaaz
| Daftar 13 Petahana Kembali Terpilih Jadi Ketua PKB di Sulsel, 9 Kehilangan Jabatan |
|
|---|
| Lansia di Soppeng Diduga Hilang Terseret Arus Sungai Saat Hendak ke Kebun, 2 Regu SAR Diturunkan |
|
|---|
| IPIM Sulsel Himpun Tokoh Nasional Bahas Masa Depan Peran Masjid |
|
|---|
| Inilah Penyebab Ketua PKB Bone dan Bulukumba Belum Ditetapkan |
|
|---|
| Transaksi Ekspor Sulsel Naik saat Rupiah Melemah, Capai 121 Juta USD pada April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260614-Ekspor-Sulsel-April-2026.jpg)