100 Peserta BPJS PBI di Maros Aktif Kembali, Dinsos Prioritaskan Pasien Darurat
Dinsos Maros memprioritaskan reaktivasi BPJS PBI bagi warga dengan kondisi medis darurat.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Program BPJS PBI diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin.
Jika berdasarkan pemutakhiran data kondisi ekonomi warga dinilai meningkat dan berada pada desil lebih tinggi, maka kepesertaan bantuan akan otomatis dinonaktifkan oleh sistem.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan warga yang kepesertaan BPJS PBI-nya dinonaktifkan tetap dapat memperoleh layanan kesehatan melalui mekanisme reaktivasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul penonaktifan 20.488 peserta BPJS PBI akibat pembaruan data nasional.
“Iya, jadi ini memang data dari pusat. Seluruh PBI yang memang layak diaktifkan kembali, itu kita aktifkan. Sudah ada mekanismenya dan bisa disampaikan ke Dinas Sosial,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Maros telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC) sebagai bentuk komitmen memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan.
Menurutnya, warga yang membutuhkan layanan medis tetap dapat dilayani selama segera melaporkan kondisi kepesertaannya.
“Selama ini kita seperti itu, karena kita sudah menerapkan Universal Health Coverage. Jadi alhamdulillah semuanya bisa dilayani cepat. Kalau dilaporkan cepat, langsung bisa diaktifkan kembali sesegera mungkin,” ujarnya.
Chaidir juga memastikan proses pengaktifan kembali kepesertaan bagi warga yang layak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
“Kalau untuk aktif secepatnya, bisa aktif secepatnya,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Beredar-kabar-hoaks-peserta-BPJS-Kesehatan.jpg)