Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Waktu Tunggu Keberangkatan Calon Jemaah Haji Maros Terpangkas 9 tahun

Sebab dibanding beberapa tahun sebelumnya waktu tunggu mencapai 35 tahun.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
MANASIK HAJI - Bimbingan manasik haji di Masjid Agung Maros. Sebanyak 610 jemaah haji asal Kabupaten Maros dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji pada 30 April 2026 sebagai tahapan awal sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. 

"Jemaah tertua tercatat berusia 99 tahun, sementara jemaah termuda berusia 15 tahun," terangnya.

Untuk memastikan kesiapan jemaah, Pemerintah Kabupaten Maros terus melakukan pembinaan melalui manasik haji terintegrasi.

Hingga saat ini, kegiatan manasik haji telah dilaksanakan sebanyak 50 kali.

"Melalui manasik tersebut, jemaah dibekali pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah haji, kesiapan mental, fisik, serta teknis pelaksanaan ibadah di Tanah Suci," sebutnya.

Mantan Ketua DPRD Maros itu mengimbau para calon jemaah agar menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.

"Jangan lupa mulai melakukan latihan fisik secara rutin, mengingat ibadah haji membutuhkan ketahanan stamina yang baik," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengatakan seluruh data calon jemaah haji dari kabupaten dan kota di Sulsel telah terkumpul.

Data tersebut kini memasuki tahap pengusulan pemvisaan oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Alhamdulillah persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Sulsel saat ini sudah masuk tahap pengusulan visa. Data dari kabupaten kota sudah terkumpul,” ujar Ikbal.

Ia menyebutkan, paling lambat pada tanggal 8 Februari, kloter-kloter jemaah akan diusulkan untuk diterbitkan visa oleh Pemerintah Arab Saudi.

Untuk tahun 2026, Sulawesi Selatan memperoleh kuota haji sebanyak 9.670 jemaah.

Jumlah tersebut kemudian bertambah setelah adanya pengalihan kuota sebanyak 33 jemaah dari Provinsi Papua yang tidak terpakai, sehingga total kuota haji Sulsel menjadi 9.703 jemaah.

“Tambahan 33 kuota yang tidak digunakan Papua diberikan ke Sulawesi Selatan dan akan digunakan oleh jemaah cadangan lunas dengan nomor urut porsi terkecil,” jelasnya.

Selain kuota, jumlah kelompok terbang jemaah haji Sulawesi Selatan juga meningkat dari sebelumnya 41 kloter menjadi 43 kloter.

Tingginya minat masyarakat menunaikan ibadah haji terlihat dari jumlah jemaah cadangan lunas yang saat ini mencapai sekitar 1.600 orang.

Berbagai pembekalan telah diberikan melalui bimbingan manasik haji, mulai dari persiapan meninggalkan rumah, kegiatan di Asrama Haji, perjalanan udara, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kembali ke daerah asal.

“Pembekalan disampaikan dari awal sampai kembali ke rumah. Harapannya jemaah bisa mandiri dalam melaksanakan ibadah haji,” tutupnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved