Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PPPK Paruh Waktu

2 Bulan Lagi Pensiun Afhar Terima SK PPPK Paruh Waktu Setelah 21 Tahun Mengabdi di Pemkab Maros

Honor pertama yang diterima Afhar tahun 2010 saat jadi pegawai honorer Pemkab Maros sekitar Rp500 ribu per bulan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
PPPK MAROS - Afhar, seorang honorer Sekretariat Daerah (Setda) Maros usai menerima SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di halaman kantor bupati Maros, Selasa (30/12/2025). Afhar akhirnya dapat mengenakan baju korpri biru setelah penantian panjang selama 22 tahun ini. 

Ringkasan Berita:
  • Honor pertama yang diterima Afhar pada tahun 2010 saat jadi pegawai honorer Pemkab Maros sekitar Rp500 ribu per bulan, saat ia dipercaya bekerja sebagai driver.
  • Sebanyak 4.639 tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu akhirnya menerima surat keputusan (SK), Selasa (30/12/2025).

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Afhar, seorang honorer Sekretariat Daerah (Setda) Maros akhirnya diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. 

Ia akhirnya dapat mengenakan baju korpri biru setelah penantian panjang selama 22 tahun ini.

Namun, Pria yang telah mengabdi sejak tahuh 2004 ini akan memasuki masa pensiun, Februari 2026 mendatang.

Meski begitu, ia menilai pengangkatannya sebagai PPPK Paruh Waktu menjadi, momen titik puncak dari perjalanan panjang penuh kesabaran, ketekunan, dan pengabdian tanpa pamrihnya.

Saat ditemui di Lapangan Pallantikang Maros, Afhar menceritakan dirinya memulai pengabdiannya sebagai tenaga honorer pada tahun 2004.

Kala itu, ia bertugas di Kelurahan Soreang.

Ia tercatat sebagai honorer kategori eks-K2, kelompok tenaga non-ASN yang telah lama mengabdi di lingkungan pemerintahan.

Pada masa-masa awal, Afhar bahkan bekerja tanpa menerima honor tetap.

Ia tetap datang bekerja dan menjalankan tugas sebagaimana mestinya, meski imbalan yang diterima belum sebanding dengan pengabdian yang diberikan.

“Saya awalnya digaji secara sukarela. Baru tahun 2010 mulai ada honor,” kenangnya.

Baca juga: Kisah Yunita, Guru Honorer 14 Tahun di Bulukumba Haru Terima SK PPPK

Honor pertama yang diterima Afhar pada tahun 2010 sekitar Rp500 ribu per bulan, saat ia dipercaya bekerja sebagai driver.

Seiring waktu, jumlah tersebut perlahan naik hingga kini mencapai Rp850 ribu.

Dengan penghasilan yang terbatas itu, Afhar menghidupi istri dan anaknya.

Ia memilih tidak mengambil pekerjaan tambahan dan fokus sepenuhnya pada tugas yang diemban.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved